Kabupaten Paser Siaga, Hadapi El Nino hingga Masalah Kekeringan dan Air Bersih
- 24 Agt 2026 16:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Dalam rangka menyikapi peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda di sejumlah wilayah tersebar beberapa titik di wilayah Kabupaten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi lintas sektor yang dilaksanakan pada Senin 24 Agustus 2026 di Ruang Sadurengas, Kantor Bupati Paser.
Dalam rakor tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari, bersama seluruh instansi terkait dalam membahas penetapan status tanggap darurat bencana hidrometereologi kering Tim TRC-PB lintas sektor di Kabupaten Paser.
Rapat tersebut digelar karena Paser saat ini tengah menghadapi musim kemarau atau fenomena el nino yang dapat memicu terjadinya bencana kekeringan, yang berdampak terhadao pembangunan daerah, meningkatkan risiko kekeringan, karhutla, penurunan produksi pertanian, dan berkurangnya ketersediaan air baku.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari mengatakan, masalah ini harus dihadapi bersama, baik dari pemerintah, stakeholder, perusahaan dan masyarakat.
Apalagi Ia sudah mendengar pemaparan dari BPBD Paser bahwa saat ini terdapat 103 titik kebakaran yang sudah menghanguskan 313 hekatare lahan, namun masalah itu bisa cepat diatasi dan dipadamkan.
"Kami sekali lagi mengharapkan, dan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar kita bisa bisa menjaga kondisi daerah kita. Berikan laporan secepatnya kepada kami dan kami juga menghimbau kepada masyarakat agar pada saat untuk membuka lahan tidak dengan membakar. Ini yang paling kami tekankan," ucap Ikhwan.

Ia juga menyampaikan bahwa faktor utama terjadinya kebakaran lahan maupun hutan ini selain dari kondisi alam, juga karena adanya kelalaian daripada manusia atau oknum yang sengaja membakarnya.
"Jadi, saya rasa ini menjadi tugas bersama dan juga tadi kami juga membahas dampak daripada kekeringan ini. Dampak kekeringan ini berdampak untuk lahan pertanian kita, termasuk beberapa desa yang mengalami kekurangan air bersih," ujarnya.
Kemudian, Ikhwan juga menerangkan bahwa Ia sudah memberikan penekanan agar setiap wilayah harus benar-benar diawasi dan memastikan pasokan atau ketersediaan air bersihnya memadai. Jika sudah mulai mengering, maka pihaknya akan membantu dalam menyuplai air bersih.

"Seluruh para OPD yang terkait, seluruh camat maupun nanti sampai ke tingkat desa agar memastikan wilayahnya masing-masing yang mana kondisi air bakunya tidak ada. Nah, ini kita bisa suplai nanti untuk membantu daerah-daerah yang mengalami kekeringan tersebut," katanya Ikhwan.
Sementara itu, Kepala BPBD Paser, Ruslan menjelaskan, pihaknya diminta untuk merekomendasikan penetapan status tanggap darurat bencana yang memang harus di tandatanganu oleh Bupati Paser.
"Ini kan masih proses, mudah-mudahan cepat nanti di ditandatangani oleh Beliau. Karena, dasar itulah kami nanti akan melakukan kegiatan penetapan sistem komando tanggap darurat," kata Ruslan.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Bupati Paser, maka pihaknya langsung melakukan semua kegiatan yang telah direncanakan dan mempersiapkan semua dalam menghadapi fenomena el nino tahun ini.
"Di situ nanti kegiatan-kegiatan semua akan kita himpun. Begitu pula untuk pemetaan sumber daya kita di antaranya peralatan dan berkaitan dengan sumber dana lainnya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....