Polsek Babulu Rangkul Warga Cegah Karhutla Sejak Dini

  • 21 Agt 2026 10:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan tidak selalu dilakukan melalui patroli dan penindakan. Di Babulu, kepolisian memilih pendekatan lebih dekat dengan masyarakat melalui jalan santai yang dirangkai dengan edukasi bahaya karhutla.

Kegiatan tersebut digelar Polsek Babulu bersama masyarakat di wilayah Kecamatan Babulu, Jumat, 21 Agustus 2026. Kapolsek Babulu Iptu Andi Fatahuddin memimpin langsung kegiatan bersama sejumlah personel.

Jalan santai dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi informal antara polisi dan masyarakat. Di sela kegiatan, personel menyampaikan pesan mengenai pentingnya mencegah kebakaran sejak dari lingkungan masing-masing.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena pencegahan karhutla sangat bergantung pada perilaku masyarakat. Pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar dapat memicu api meluas ketika kondisi lingkungan kering.

Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Babulu Iptu Andi Fatahuddin mengatakan, masyarakat memiliki peran utama dalam mencegah munculnya titik api.

“Pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar,” kata Andi.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya dirasakan terhadap lingkungan. Asap kebakaran juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, sementara api yang meluas berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.

Karena itu, Polsek Babulu terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui sosialisasi, edukasi, patroli, serta komunikasi langsung dengan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, warga juga diberikan pemahaman mengenai ketentuan hukum terkait pembakaran hutan dan lahan. Masyarakat diingatkan agar tidak mengambil cara pembakaran sebagai metode membuka atau membersihkan lahan.

Selain mencegah pembakaran, masyarakat didorong aktif melakukan deteksi dini. Warga diminta segera menyampaikan informasi apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Semakin cepat informasi tentang adanya titik api diterima, maka semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” ucap Andi.

Pola pendekatan langsung seperti ini sekaligus membuka ruang bagi kepolisian untuk membangun komunikasi dengan warga. Pesan mengenai karhutla diharapkan lebih mudah diterima karena disampaikan dalam suasana kebersamaan.

Bagi Polsek Babulu, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan kesiapan aparat ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya yang lebih penting adalah membangun kesadaran agar masyarakat tidak menjadi sumber munculnya titik api.

Kegiatan jalan santai juga memperkuat kebersamaan antara personel kepolisian dan masyarakat. Hubungan tersebut diharapkan memudahkan koordinasi ketika ditemukan potensi gangguan lingkungan, termasuk kebakaran lahan.

Polsek Babulu berkomitmen melanjutkan edukasi dan pencegahan karhutla melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Sinergi dengan pemerintah dan warga diperlukan agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Dengan pendekatan tersebut, pesan pencegahan karhutla tidak berhenti sebagai imbauan. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sekaligus menjadi bagian dari sistem deteksi dini di wilayahnya.

Mencegah kebakaran sejak awal menjadi langkah penting untuk melindungi lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat, dan wilayah Babulu dari dampak karhutla.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....