Dinas Ketahanan Pangan Paser Atur Strategi Hadapi Efisiensi Anggaran

  • 19 Agt 2026 15:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser tidak habis akal dalam menyiasati kebijakan efisiensi anggaran dengan menyiapkan strategi jitu agar pelayanan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tetap bisa berjalan dengan optimal.

Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Paser, Muhammad Arfah, kebijakan efisiensi ini menurutnya menjadi momentum agar lebih cermat dalam menyusun strategi dan melaksanakan program.

"Yang kami lakukan sekarang adalah menata kembali pelaksanaan kegiatan. Beberapa program kami satukan dalam satu pelaksanaan, sehingga dalam satu kegiatan bisa sekaligus merealisasikan dua hingga tiga program," ujar Muhammad, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurutnya, program ketahanan pangan tetap menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang terus dijalankan adalah penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), terutama bagi masyarakat yang berada di desa dengan status rawan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muhammad Arfah.

Berdasarkan data Peta Kerawanan Pangan, terdapat enam desa yang menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan Paser. Keenam desa tersebut yakni Labuan Kalo, Selengot, Keladen, Rantau Buta, Rantau Layung, dan Kayungo Sari.

Arfah menuturkan, intervensi terhadap desa-desa tersebut tidak hanya dilakukan melalui bantuan pangan, tetapi juga melalui program yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

Salah satunya melalui inovasi Roda Pangan, berupa revitalisasi outlet desa melalui akselerasi pangan yang diarahkan untuk meningkatkan akses pangan sekaligus memperbaiki kondisi desa yang masih masuk dalam kategori rawan pangan.

"Kami ingin program Roda Pangan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong desa-desa yang masih berstatus rawan pangan agar perlahan bergerak ke arah yang lebih baik, hingga nantinya menjadi desa mandiri pangan," katanya menjelaskan.

Arfah menegaskan, keterbatasan anggaran baginya tidak bisa menjadi alasan berhentinya pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan penyesuaian dengan mempertahankan kegiatan yang dinilai paling penting dan memberikan dampak langsung.

"Efisiensi itu bukan berarti kegiatan berhenti. Yang kami lakukan adalah bagaimana anggaran yang tersedia bisa dimanfaatkan seefektif mungkin, sementara pelayanan dan program untuk masyarakat tetap berjalan," ucap Arfah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....