Dinkes Kaltim Dorong Kabupaten dan Kota Bentuk Tim Koordinasi Zoonosis

  • 16 Agt 2026 10:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mendorong pemerintah kabupaten dan kota mempercepat pembentukan tim koordinasi pencegahan dan pengendalian zoonosis. Pembentukan tim dinilai penting untuk memperjelas pembagian tugas antarlembaga ketika terjadi kasus penyakit yang berasal dari hewan maupun menular antara hewan dan manusia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati, mengatakan keberadaan tim koordinasi akan membuat pelaksanaan program lebih terarah. Setiap organisasi perangkat daerah dan sektor terkait dapat mengetahui peran masing-masing dalam menghadapi potensi penyakit zoonosis.

“Kalau sudah ada SK ini kita akan lebih ringan pekerjaannya karena di situ nanti dijelaskan OPD terkait, kemudian lintas sektor terkait, mungkin ada juga organisasi profesi dan organisasi masyarakat yang berperan,” kata Fitnawati.

Fitnawati mengungkapkan, saat ini baru satu kota di Kalimantan Timur yang telah memiliki surat keputusan pembentukan tim secara lengkap dan telah disosialisasikan secara berjenjang. Sementara itu, daerah lainnya didorong segera mengusulkan dan membentuk tim koordinasi sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Menurut Fitnawati, pembentukan tim tidak hanya berkaitan dengan administrasi kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan daerah. "Koordinasi yang jelas dibutuhkan agar ketika muncul kasus, setiap pihak dapat segera menjalankan tugas tanpa menunggu proses koordinasi yang panjang," ujarnya pada Jumat 14 Agustus 2026.

Fitnawati juga menekankan pentingnya tata laksana penanganan kasus dilakukan secara optimal dan berjenjang, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga fasilitas kesehatan rujukan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat perlu diperkuat agar informasi mengenai risiko dan pencegahan zoonosis dapat dipahami sejak dini.

Dinkes Kaltim berharap secara bertahap seluruh sembilan kabupaten dan kota dapat membentuk tim koordinasi tersebut. Langkah itu diharapkan memperkuat pendekatan One Health sekaligus meningkatkan kemampuan daerah dalam melakukan deteksi dini, pencegahan, surveilans, dan penanganan zoonosis secara cepat dan terpadu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....