Empat Karhutla Melanda Tanah Grogot Paser

  • 14 Agt 2026 08:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Sebanyak empat titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kejadian tersebut dilaporkan berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, menyampaikan berdasarkan laporan Posko Satgas Karhutla Kabupaten Paser, empat kejadian tersebut tersebar di Desa Tepian Batang, Desa Tapis, hingga Kelurahan Tanah Grogot, ujarnya.

Kejadian pertama berlangsung sekitar pukul 10.20 WITA di Jalan Prijak RT 01, Desa Tepian Batang. Kebakaran terjadi pada lahan semak belukar dan gambut dengan ukuran sekitar 20 x 20 meter. Lahan tersebut diketahui milik H. Tatang.

Karhutla berikutnya terjadi sekitar pukul 14.20 WITA di RT 02, Gang Amalia 2, Desa Tapis. Api membakar lahan semak belukar dengan estimasi luas sekitar 1,6 hektare, sementara pemilik lahan belum diketahui.

Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 15.20 WITA, kebakaran kembali dilaporkan di Jalan Prijak, Gang Sungai Upik, RT 01, Desa Tepian Batang. Lahan yang terbakar berupa semak belukar dan material kayu dengan luas sekitar 1 hektare. Pemilik lahan tercatat atas nama M. Fitriasnyah.

Kejadian keempat berlangsung pada pukul 19.45 WITA di Jalan Poros Desa Sungai Tuak RT 11, Kelurahan Tanah Grogot. Api membakar semak belukar di sekitar area pohon sagu dengan estimasi luas sekitar 0,5 hektare. Pemilik lahan dalam laporan tersebut belum diketahui.

Berdasarkan laporan, tiga kejadian kedua hingga keempat memiliki estimasi total luas lahan terbakar sekitar 3,1 hektare. Sementara kejadian pertama tidak dimasukkan dalam perhitungan hektare karena luasnya dilaporkan dalam ukuran sekitar 20 x 20 meter, katanya.

Penanganan dilakukan oleh tim gabungan dengan melaksanakan pemadaman dan pendinginan, sekaligus mencegah api merembet ke lahan yang belum terbakar maupun mendekati kawasan permukiman.

Unsur yang terlibat dalam penanganan antara lain BPBD Kabupaten Paser, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, Kodim 0904/TNG, Polres Paser, Satpol PP Kabupaten Paser, Damkar Kecamatan Pasir Belengkong, Sekawan Rescue, relawan, serta masyarakat.

Pusdalops BPBD Kabupaten Paser juga melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Dalam proses penanganan, angin kencang menjadi salah satu kendala karena membuat api lebih cepat meluas.

Selain itu, keterbatasan peralatan turut menyulitkan petugas dalam memastikan luasan lahan yang terbakar secara akurat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran lahan berpotensi kembali meluas apabila tidak segera ditangani dan dipantau.

Empat kejadian dalam satu hari menunjukkan potensi Karhutla di wilayah Tanah Grogot masih tinggi. Karena itu, patroli dan pemantauan di titik-titik rawan perlu ditingkatkan, termasuk pemantauan pascapemadaman untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Setiap laporan mengenai asap maupun titik api diharapkan segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh petugas agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

Dengan kondisi tersebut, status Karhutla di Kabupaten Paser saat ini berada dalam kondisi waspada. Kesiapsiagaan personel, armada, serta koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk menghadapi potensi kebakaran lahan berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....