Meriam Jepang di PPU Dirawat jelang HUT Kemerdekaan

  • 12 Agt 2026 16:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI diwujudkan dengan merawat cagar budaya meriam peninggalan Jepang di Gunung Seteleng, PPU.

Kegiatan gotong royong digelar Polsek Penajam bersama TNI, pemerintah kelurahan, organisasi masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan warga di kawasan cagar budaya Jalan Kapao, RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperindah kawasan menjelang peringatan kemerdekaan. Gotong royong menjadi bagian dari upaya menjaga peninggalan sejarah sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap aset budaya di lingkungannya.

Peserta melakukan pengecatan meriam dan pagar, membersihkan rumput serta lingkungan sekitar, hingga memasang umbul-umbul bernuansa kemerdekaan.

Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata sinergitas antarelemen masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.

“Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus kita maknai dengan memperkuat persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong,” ujar Syaifudin.

Menurutnya, pelestarian cagar budaya tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau instansi tertentu. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga peninggalan sejarah agar tetap terawat dan dapat dipelajari generasi berikutnya.

Meriam peninggalan Jepang di kawasan Gunung Seteleng menjadi salah satu jejak sejarah yang masih berada di tengah masyarakat. Keberadaannya dapat menjadi media pembelajaran mengenai perjalanan masa lalu dan perjuangan bangsa sebelum menikmati kemerdekaan.

Syaifudin mengatakan, keterlibatan Polri dalam kegiatan sosial seperti ini sekaligus menjadi upaya membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran personel di tengah warga diharapkan mendorong rasa memiliki terhadap lingkungan dan peninggalan sejarah.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir bersama masyarakat dalam kegiatan sosial,” katanya.

Gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur dengan jumlah personel yang cukup besar. Koramil Penajam mengerahkan 10 personel, Polsek Penajam empat personel, dan Subdenpom PPU empat personel.

Selain itu, 10 staf Kelurahan Gunung Seteleng, anggota Pemuda Pancasila, Komando Kawal Muhammadiyah, serta 10 mahasiswa dan mahasiswi KKN Universitas Balikpapan turut ambil bagian.

Sejumlah pejabat dan tokoh wilayah juga hadir, di antaranya Dandim 0913/PPU Letkol Inf. Fandy Satria Dwi Wahyuono, Dansub Denpom PPU Kapten Cpm. Samsul Arifin, Danramil 0913-01 Penajam Kapten Inf. H. Imam Syafi’i, Lurah Gunung Seteleng Yusdar Yusuf, Babinsa Pelda Dahlan, dan Ketua RT 06 Abdul Gafar.

Bagi masyarakat, kegiatan tersebut memberikan pesan bahwa memperingati kemerdekaan tidak sebatas memasang bendera atau menghias lingkungan. Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan peninggalan sejarah.

Kawasan cagar budaya yang terawat juga memiliki potensi menjadi ruang edukasi bagi generasi muda. Dengan melihat langsung peninggalan sejarah di wilayahnya, generasi muda dapat mengenal jejak masa lalu sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan tersebut.

Polsek Penajam berharap semangat gotong royong tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Kepedulian masyarakat terhadap cagar budaya dan lingkungan diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari upaya menjaga identitas sejarah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat diisi dengan kerja bersama. Sinergi Polri, TNI, pemerintah, mahasiswa, organisasi masyarakat, pemuda, dan warga menjadi kekuatan untuk merawat lingkungan sekaligus menjaga warisan sejarah bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....