Kesbangpol Samarinda Minta FKUB Tangkal Hoaks dan Perselisihan Antaragama

  • 12 Agt 2026 09:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kesbangpol Kota Samarinda meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) periode 2026-2031 mengambil peran aktif menjaga kerukunan masyarakat. Upaya tersebut termasuk menangkal penyebaran hoaks dan potensi perselisihan yang berkaitan dengan agama maupun suku.

Kepala Kesbangpol Samarinda, Yosua Laden, mengatakan kepengurusan FKUB yang baru telah dibentuk melalui mekanisme yang melibatkan unsur masing-masing agama. Perwakilan tersebut kemudian bermusyawarah untuk menentukan susunan kepengurusan FKUB periode 2026-2031.

Menurut Yosua, FKUB memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah menjaga kondisi sosial Kota Samarinda. “Kita bisa berkolaborasi menjaga Kota Samarinda. Kita tangkal hoaks, kita tangkal segala macam perselisihan antaragama, antarsuku,” ujarnya.

Yosua menilai peran tokoh agama sangat dibutuhkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang berpotensi memicu konflik. Kolaborasi lintas agama juga dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih kondusif.

Ketua FKUB Samarinda periode 2026-2031, Syaparuddin, mengatakan kerukunan harus dijaga melalui langkah edukasi dan mitigasi. Menurutnya, masyarakat tidak boleh bersikap pasif ketika terdapat potensi persoalan yang dapat mengganggu hubungan antarumat beragama.

“Kesadaran untuk menciptakan kerukunan itu kita ajak semua tokoh lintas agama. Kita tidak boleh berdiam terhadap keadaan di kota kita, tapi kita justru harus proaktif,” kata Syaparuddin, pada Selasa 11 Agustus 2026.

Yosua menambahkan, dukungan pemerintah terhadap kegiatan FKUB menjadi bagian penting dalam menjalankan program kerukunan. FKUB selanjutnya akan merumuskan kegiatan yang dinilai strategis dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk dialog lintas agama dan program sekolah kerukunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....