MGRM Perluas Bisnis Energi untuk Perkuat Kinerja Perusahaan

  • 12 Agt 2026 07:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) memperluas bisnis di sektor energi melalui sejumlah proyek pengembangan usaha. Strategi tersebut dilakukan dengan menggarap sektor hilir migas, pengolahan gas, bahan bakar berbasis minyak sawit, hingga pengelolaan sumur tua.

Direktur Utama MGRM, Efry Novrianto, mengatakan perusahaan saat ini menjalankan perdagangan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG serta jasa transportasi BBM. MGRM juga terlibat sebagai vendor dan kontraktor dalam sejumlah proyek Grup Pertamina.

Sejumlah pekerjaan yang dijalankan mencakup pemeliharaan fasilitas Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, kawasan Lawe-Lawe di Penajam Paser Utara, terminal BBM di Tarakan, serta renovasi fasilitas dan rumah dinas Pertamina di sejumlah daerah.

MGRM juga mendapat penugasan dari Pemerintah Kabupaten Kukar untuk mengembangkan bisnis berbasis energi. Salah satu program yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan alokasi gas dari Lapangan North Ganal yang diproyeksikan mulai berproduksi pada akhir 2027 atau 2028.

Gas tersebut direncanakan diolah menjadi Compressed Natural Gas (CNG), Liquefied Natural Gas (LNG), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Produk tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi dan bahan baku industri.

"Kami sudah mengajukan permohonan alokasi gas ke Kementerian ESDM. Untuk proyek CNG dan LNG sudah ada nota kesepahaman dengan investor, sedangkan untuk LPG masih dalam tahap penjajakan," kata Efry pada Rabu 12 Agustus 2026.

Selain pengembangan gas, MGRM menyiapkan produksi B100 sebagai bagian dari pengembangan bahan bakar berbasis minyak sawit. Perusahaan juga menjajaki pengelolaan sumur tua atau idle well di wilayah Kukar.

Untuk rencana tersebut, MGRM telah menyampaikan Letter of Intent (LOI) kepada Pertamina Hulu Indonesia dan kini melengkapi dokumen pendukung. Efry mengatakan, diversifikasi usaha dilakukan untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan.

Dari sisi keuangan, MGRM mencatat laba bersih sekitar Rp56 miliar. Perusahaan telah menyetorkan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Kukar sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025. Sementara itu, besaran dividen untuk tahun anggaran 2026 belum ditetapkan. Keputusan mengenai pembagian laba tersebut akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....