Nelayan Bontang Hilang saat Melaut, Pencarian Dilakukan

  • 08 Agt 2026 17:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Seorang nelayan bernama Taher (42), dilaporkan hilang saat melaut di sekitar perairan Pantai Lallo, Laut Cina, hingga Pelabuhan Nyerakat, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, pada Kamis 6 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan yang dibagikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, mengatakan Taher berangkat melaut bersama anaknya, Gilang (13), menggunakan kapal ketinting sekitar pukul 20.00 WITA atau setelah waktu Isya.

Keduanya kemudian melakukan aktivitas melaut di sekitar perairan Pantai Lallo/Laut Cina/Pelabuhan Nyerakat. Hingga sekitar tengah malam, kondisi Taher dan anaknya masih diketahui dalam keadaan normal.

Sekitar pukul 00.00 WITA, Taher sempat berkomunikasi melalui telepon dengan istrinya. Saat komunikasi berlangsung, Gilang diketahui sedang tertidur di dalam perahu yang digunakan untuk melaut bersama ayahnya.

Namun, sekitar pukul 06.00 WITA, Gilang terbangun dan mendapati ayahnya sudah tidak berada di dalam perahu. Ia kemudian berteriak dan berupaya mencari keberadaan Taher di sekitar perahu, tetapi tidak menemukan korban, ujarnya.

Setelah upaya pencarian di sekitar perahu tidak membuahkan hasil, Gilang kemudian kembali ke rumah dan menyampaikan kejadian tersebut kepada pihak keluarga. Keluarga selanjutnya melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi terakhir Taher diketahui berada.

Hingga laporan tersebut dibuat, Taher masih dinyatakan hilang. Belum diketahui secara pasti penyebab korban tidak berada di dalam perahu, termasuk dugaan apakah korban terjatuh ke laut.

Sementara itu, Gilang yang merupakan anak korban telah kembali ke rumah dalam kondisi selamat. Keterangan Gilang menjadi salah satu informasi awal yang digunakan untuk mengetahui kronologi hilangnya Taher.

Muriono menyebutkan, pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Koordinasi juga dilakukan dengan unsur Basarnas atau Tim SAR, BPBD, TNI, Polri, pemerintah setempat, serta nelayan di sekitar lokasi untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan, katanya.

Tim gabungan dan pihak terkait selanjutnya akan melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada. Informasi dari nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan tersebut juga akan dikumpulkan untuk membantu menemukan keberadaan korban.

Selain itu, kondisi cuaca, arus, dan gelombang pada saat kejadian akan menjadi bagian dari pendataan. Penentuan titik koordinat lokasi terakhir Taher diketahui berada juga diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pencarian.

Hingga saat ini, keluarga bersama unsur terkait masih melakukan pencarian terhadap Taher. Operasi pencarian akan terus dikoordinasikan dengan Tim SAR Gabungan sesuai perkembangan informasi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....