Cuaca Panas dan Angin Kencang Picu Karhutla di Berau

  • 05 Agt 2026 07:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Berau. Kali ini, api membakar sekitar dua hektare kebun milik masyarakat di kawasan Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Selasa 4 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan yang disampaikan petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 14.10 Wita. Sementara laporan diterima BPBD Kabupaten Berau pada pukul 14.17 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau H. Masyhadi Muhdi, langsung memerintahkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik untuk mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) menuju lokasi kejadian.

Operasi pemadaman dan pendinginan berlangsung mulai pukul 14.45 hingga 16.38 Wita. Personel gabungan berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area kebun maupun lahan di sekitarnya.

Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Berau mendapat dukungan dari personel Manggala Agni serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat). Sinergi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman.

Tim gabungan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran hutan dan lahan milik BPBD Kabupaten Berau serta satu unit mobil water supply milik Disdamkarmat untuk mendukung operasi di lapangan.

Hingga laporan sementara disusun, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api di area yang terbakar.

Peristiwa tersebut mengakibatkan sekitar dua hektare kebun masyarakat terdampak. Meski demikian, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, dalam laporan yang di bagikannya juga menyampaikan bahwa proses pemadaman dan pendinginan telah dilakukan oleh tim gabungan, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan selama kondisi cuaca panas berlangsung, ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....