Pencarian Nelayan Hilang di Mahakam Terkendala Arus Sungai Deras

  • 05 Agt 2026 06:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh dari perahu atau man overboard (MOB) di Perairan Sungai Mahakam, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada hari kedua operasi pencarian. Hingga akhir operasi pada Minggu 3 Agustus 2026, korban masih belum ditemukan.

Korban diketahui bernama Achdar Has (64), warga Jalan Teratai RT 006 RW 002, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam laporan perkembangan hari kedua, korban masih berstatus dalam pencarian.

Berdasarkan laporan yang di bagikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 WITA sebelum melakukan penyisiran sejauh 1,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian, ujarnya.

Pada pukul 13.00 WITA, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian tahap kedua sesuai rencana operasi (Renops) yang telah disusun. "Penyisiran dilakukan menggunakan berbagai armada SAR dengan fokus di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban," katanya.

Memasuki pukul 18.00 WITA, seluruh unsur SAR melaksanakan debriefing. "Hasil pencarian sementara masih nihil dan korban belum berhasil ditemukan. Tim kemudian mendirikan posko di sekitar lokasi kejadian pada koordinat 0°12'48.9"S 117°25'12.2"E untuk melanjutkan pencarian pada hari ketiga sesuai rencana operasi," ujarnya.

Operasi pencarian didukung berbagai peralatan dan armada, di antaranya Rescue Car, Rubber Boat Basarnas, Polyteline dan Speedboat BPBD Kutai Kartanegara, Speedboat Satpolairud, perahu nelayan, perlengkapan SAR air, peralatan selam, komunikasi, serta peralatan medis.

Sejumlah unsur turut terlibat dalam operasi tersebut, meliputi Tim Rescue Pos SAR Samarinda, BPBD Kutai Kartanegara, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, Polsek Loa Kulu, Damkarmatan Kutai Kartanegara, relawan dari berbagai organisasi, serta keluarga korban yang terus menunggu perkembangan pencarian.

Kendala utama dalam operasi pencarian adalah arus Sungai Mahakam yang cukup deras sehingga menyulitkan proses penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi dilaporkan cerah sehingga mendukung mobilitas tim di lapangan, katanya.

Tim SAR Gabungan berkomitmen melanjutkan pencarian pada hari ketiga dengan memperluas area penyisiran sesuai evaluasi dan rencana operasi, dengan harapan korban segera ditemukan dan dapat dievakuasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....