Pemkab Kukar Apresiasi Program Kerja Nyata Mahasiswa UGM di Desa Karang Tunggal

  • 02 Agt 2026 14:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai berbagai program yang dijalankan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Karang Tunggal mampu mendukung pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT). Hasil pengabdian tersebut dinilai tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi contoh pengembangan kawasan serupa di daerah lain.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Kutai Kartanegara, Muhammad Iriyanto, mengatakan mahasiswa KKN berhasil menghadirkan program yang melihat kebutuhan desa secara menyeluruh. Menurutnya, hal itu menjadi nilai lebih karena pengembangan KPT memang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

"Kawasan pertanian terpadu ini mencakup pertanian, perikanan, dan peternakan. Semuanya menjadi satu kesatuan. Memang semuanya harus dilibatkan, bukan hanya pemerintah, tetapi juga perguruan tinggi dan masyarakat desa sebagai pelaku utama," ujarnya saat Festival Rakyat Samasta Kukar 2026 di Desa Karang Tunggal, Minggu, 2 Agustus 2026.

Iriyanto menyebut, salah satu hasil yang menarik dari program KKN UGM adalah penyusunan peta kerawanan bencana. Ia menilai, peta tersebut dapat menjadi panduan dalam pengembangan kawasan, termasuk menentukan lokasi yang lebih aman untuk pertanian maupun permukiman.

"Peta itu menjadi bagian dari mitigasi. Jadi masyarakat dan pemerintah punya panduan dalam melihat kawasan yang memiliki potensi bencana maupun yang lebih aman untuk dikembangkan," katanya.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Kutai Kartanegara, Muhammad Iriyanto saat melihat peta kerawanan bencana, peta sebaran titik kumpul, dan peta sebaran permukiman Desa Karang Tunggal, Minggu, 2 Agustus 2026. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Lebih lanjut, Irianto juga menuturkan bahwa hasil kerja mahasiswa ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Sebab, berbagai program yang dihasilkan tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan perencanaan pembangunan desa.

"Teman-teman KKN ini sudah komprehensif. Bukan hanya melihat satu sisi, tetapi menghasilkan satu kesatuan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan desa," ucap Iriyanto.

Melihat hasil tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pun berharap konsep pengembangan yang diterapkan di Desa Karang Tunggal dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi kawasan pertanian terpadu di wilayah lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....