BKPSDM Samarinda Ungkap Tiga Pilar Kesiapan Purna Tugas

  • 02 Agt 2026 13:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Masa purnatugas tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari produktivitas dan peran sosial seseorang. Pensiun justru dapat menjadi ruang kebebasan untuk memperluas aktivitas, memperkuat hubungan sosial, serta tetap memberikan manfaat bagi lingkungan.

Pandangan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Mandiri Amal Insani Foundation, Zainal Abidin, dalam Webinar Sharing Session 26 BKPSDM Kota Samarinda bertema “Purnatugas: Tetap Berdaya dan Bermakna”, Jumat 31 Juli 2026. Ia mengajak ASN mengubah paradigma lama yang menempatkan pensiun sebagai masa penurunan menjadi fase baru yang dapat dijalani secara positif.

“Pensiun adalah sesuatu yang pasti terjadi dan hanya soal waktu. Paradigma baru harus melihat pensiun sebagai ruang kebebasan, karena kita memiliki lebih banyak waktu untuk bersosialisasi, bermanfaat bagi orang lain, dan berguna bagi sesama,” kata Zainal.

Zainal menjelaskan, kesiapan menghadapi purnatugas setidaknya ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu kondisi finansial, kesehatan, dan psikologis. Ketiga aspek tersebut perlu dipersiapkan secara seimbang agar seseorang dapat menikmati masa pensiun tanpa kehilangan kualitas hidup.

Dari sisi kesehatan, Zainal mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh sejak usia produktif. Menurutnya, seseorang tidak seharusnya menghabiskan seluruh tenaga untuk bekerja hingga mengalami penurunan kesehatan ketika memasuki masa pensiun.

“Kesehatan harus dijaga sejak muda. Jangan sampai ketika masih bekerja seluruh tenaga diporsir, tetapi setelah pensiun kondisi kesehatan langsung menurun dan tidak bisa menikmati kehidupan,” ujarnya.

Selain kesehatan, kesiapan psikologis juga diperlukan untuk mencegah munculnya post-power syndrome atau kesulitan menerima hilangnya jabatan dan kewenangan. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang kehilangan arah karena identitas sosial yang selama ini melekat pada pekerjaan telah berubah.

Zainal menilai masa pensiun perlu diisi dengan kegiatan yang memberikan tujuan baru, baik melalui aktivitas sosial, pengembangan usaha, kegiatan keluarga, maupun kontribusi kepada masyarakat. Dengan demikian, purnatugas tidak hanya menjadi masa berhenti dari pekerjaan formal, tetapi juga kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....