Pariwisata Kaltim Naik Kelas Sambut Peluang IKN

  • 31 Jul 2026 10:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mendorong sektor pariwisata di Benua Etam naik kelas agar mampu bersaing di tingkat nasional. Menurutnya, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Faisal mengatakan peningkatan kualitas pariwisata tidak hanya dilakukan melalui pengembangan destinasi wisata, tetapi juga harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan kepada wisatawan.

"Kita harus naikkan kelas kita. Tidak hanya soal objek wisatanya, tetapi juga sumber daya manusianya dan yang paling penting adalah layanannya. Servisnya juga harus kelas nasional," katanya usai menghadiri kegiatan Ngobrol Bareng Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) di Rumah Ulin Arya, Samarinda, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurutnya, wisatawan yang datang ke IKN memiliki ekspektasi tinggi karena sebagian besar berasal dari daerah yang telah memiliki sektor pariwisata yang berkembang. Karena itu, Kalimantan Timur harus mampu memberikan pengalaman yang baik agar wisatawan tertarik kembali berkunjung.

"Jangan sampai orang yang datang ke IKN justru melihat kita belum siap. Mereka harus pulang dengan kesan yang baik dan mau datang lagi," ujarnya.

Faisal menilai peningkatan kualitas SDM pariwisata mulai menunjukkan perkembangan. Salah satunya melalui hadirnya program pendidikan pariwisata di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), yang dinilai mampu mencetak tenaga kerja pariwisata yang lebih siap.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan yang perlu menjadi perhatian, terutama akses menuju destinasi wisata. Menurutnya, infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting agar objek wisata lebih mudah dijangkau wisatawan.

"Kalau jalannya tidak baik atau waktu tempuhnya terlalu lama, sebagus apa pun objek wisatanya akan sulit berkembang. Ini membutuhkan komitmen bersama untuk terus memperbaikinya," katanya.

Faisal juga menilai pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat perekonomian daerah di tengah menurunnya pendapatan dari sektor sumber daya alam. Menurutnya, pariwisata memiliki efek berganda karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif.

"Pariwisata memiliki multiplier effect yang besar. Wisatawan yang datang tidak hanya berkunjung ke objek wisata, tetapi juga menggunakan transportasi, menginap, makan di restoran, membeli oleh-oleh, hingga mendukung pelaku ekonomi kreatif," ucap Faisal, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....