Banjir Lawe-Lawe Rendam Tujuh Rumah, Puluhan Warga Terdampak
- 30 Jul 2026 13:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengakibatkan banjir di Jalan Provinsi RT 02 dan RT 06, Kelurahan Lawe-Lawe, Rabu 29 Juli 2026. Sedikitnya tujuh rumah dengan total 12 kepala keluarga atau 42 jiwa terdampak akibat luapan drainase yang dipicu tingginya curah hujan dan pasang air laut.
Berdasarkan laporan yang dibagikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, kejadian tersebut dilaporkan ke Pusdalops BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara pada pukul 07.50 WITA, sementara banjir mulai terjadi sekitar pukul 07.00 WITA.
BPBD PPU menjelaskan, sebelum kejadian BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Kecamatan Penajam dan sekitarnya.
Hujan deras yang berlangsung sejak sekitar pukul 06.00 hingga 07.30 WITA menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke Jalan Provinsi dan permukiman warga. Kondisi tersebut diperparah dengan pasang tinggi air laut yang terjadi pada waktu bersamaan sehingga memperlambat aliran pembuangan air.
Data BPBD PPU mencatat, di RT 02 terdapat lima rumah yang terdampak dengan delapan kepala keluarga atau 27 jiwa. Sementara di RT 06, banjir merendam dua rumah yang dihuni empat kepala keluarga atau 15 jiwa. Total terdapat tujuh rumah dengan 12 kepala keluarga atau 42 jiwa yang terdampak.

Ketinggian muka air di halaman rumah warga berkisar antara 15 hingga 20 sentimeter, sedangkan genangan di dalam rumah mencapai sekitar 5 hingga 10 sentimeter. Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi ruas Jalan Provinsi yang menjadi akses utama masyarakat.
Setelah menerima laporan, Tim BPBD PPU langsung menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait. "Petugas juga melakukan pendataan terhadap warga terdampak, mengatur arus lalu lintas pada ruas jalan yang tergenang, mengidentifikasi kondisi drainase, serta memantau perkembangan tinggi muka air di lokasi kejadian," ujar Muriono.
Dalam upaya pencegahan banjir serupa, BPBD PPU merekomendasikan normalisasi saluran air melalui pembersihan sedimentasi serta pelebaran aliran dari hulu hingga hilir yang melintasi beberapa RT di Kelurahan Lawe-Lawe. Selain itu, diperlukan pembangunan gorong-gorong atau saluran tambahan di titik penyeberangan Jalan Provinsi, khususnya di depan Masjid Al Huda, agar aliran air tidak terpusat pada satu saluran pembuang, katanya.
Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Wakil Bupati Penajam Paser Utara, BPBD PPU, Polres PPU, Lurah Lawe-Lawe, Satpol PP, Dinas PUPR PPU, DPKP Pos Penajam, PLN, serta para Ketua RT wilayah terdampak. Operasi didukung sejumlah kendaraan operasional dan satu unit excavator milik UPT PU.
Hingga laporan terakhir, kondisi banjir di Kelurahan Lawe-Lawe telah berangsur surut. Tinggi muka air di wilayah terdampak sudah kembali normal dan hanya menyisakan genangan di sebagian halaman rumah warga. BPBD PPU tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi apabila hujan kembali mengguyur wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....