Kemenag Kaltim Akui Minat ke Pesantren Menurun, Gernas Rana Jadi Solusi

  • 29 Jul 2026 06:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Minat orang tua mendaftarkan anaknya ke pesantren di Kalimantan Timur disebut mengalami penurunan. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, pada deklarasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas Rana) di Pondok Pesantren Nabil Husein, Jalan Rapak Indah, Karang Asam Ulu, Sungai Kunjang, Samarinda, Selasa 28 Juli 2026 pagi.

Menurut Abdul, penurunan minat terhadap pesantren ini disebabkan oleh sejumlah isu kekerasan terhadap santri yang belakangan menuai sorotan publik.

"Dalam tahun ajaran terakhir dilaporakan bahwa pesantren pesantren ini siswanya agak kurang, karena mungkin banyak kejadian-kejadian terakhir ini ya," ucapnya, kepada awak media.

Abdul berharap, dengan dideklarasikannya Gernas Rana sekaligus pembentukan Satuan Tugas Pesantren Ramah Anak (PRA) Se-Kaltim, dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam tersebut.

Sebab, pondok pesantren selama ini telah melahirkan banyak ulama besar yang berperan dalam pendidikan, dakwah, dan pembinaan karakter generasi bangsa. Abdul pun menuturkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk memperbaiki citra pesantren.

"Kami ada akan sosialisasi lagi. Turun ke bawah mensosialisasikan bahwa di pesantren sekarang ada Satgas. Di kabupaten/kota juga ada Satgas, kecamatan juga ada. Jadi saling bantu-membantu," ujarnya.

Bahkan, lanjut Abdul, gerakan mewujudkan pesantren ramah anak ini turut mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Menurutnya, dukungan itu berangkat dari laporan yang diterima langsung oleh Wagub terkait persoalan yang terjadi di lingkungan pesantren.

Maka dari itu, pihaknya memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap pesantren di setiap kabupaten/kota dengan melibatkan masyarakat.

"Kita akan mengawasi bersama-sama masyarakat. Kami harapkan masyarakat-masyarakat sekitar pondok pesantren jangan acuh tak acuh. Kami harapkan bisa bertindak sewajarnya terhadap pesantren," kata Abdul, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....