FENTURUN 2026 Perluas Pasar UMKM lewat Transaksi QRIS Digital

  • 23 Jul 2026 07:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID Balikpapan - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, dan pelaku usaha melalui Festival Nontunai Nusantara Running (FENTURUN) 2026. Agenda tahunan yang menjadi bagian dari FENTURA Series 2026 ini bukan lagi sekadar ajang olahraga, melainkan wadah kolaborasi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdampak langsung pada masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa FENTURUN 2026 mengusung tema keberlanjutan dengan tagline "Step for the Run, Step for the Future".

"FENTURUN 2026 mengintegrasikan gaya hidup sehat, kepedulian lingkungan, penguatan UMKM, peningkatan literasi, hingga perluasan pembayaran digital dalam satu ekosistem yang melibatkan berbagai elemen masyarakat," ujar Robi dalam bincang media di Kantor BI Balikpapan, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Kekuatan utama FENTURUN 2026 terletak pada kolaborasi erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Balikpapan. Alih-alih masyarakat harus datang ke berbagai kantor dinas, FENTURUN 2026 membawa berbagai layanan publik esensial langsung ke lokasi acara di Pantai Kilang Mandiri pada 26 Juli 2026.

Bentuk sinergi yang dapat dinikmati langsung oleh 3.500 peserta dan pengunjung meliputi: Menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis,Membuka layanan pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD), Melayani pendaftaran perlindungan sosial, Membuka loket pembayaran pajak dan retribusi daerah, menyajikan pertunjukan seni sebagai bagian dari Pesona Balikpapan 2026.

Sinergi ini juga mendukung program prioritas pemerintah seperti Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Manfaat Nyata Bagi Masyarakat dan UMKM

Selain kemudahan akses layanan publik, FENTURUN 2026 memberikan dampak ekonomi riil bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 16 UMKM kuliner unggulan dilibatkan untuk mengisi stan yang seluruh transaksinya wajib menggunakan QRIS. Langkah ini memberikan pengalaman langsung bagi masyarakat untuk merasakan kemudahan bertransaksi digital yang cepat, mudah, dan aman.

Masyarakat juga diajak peduli lingkungan melalui inovasi hijau ramah lingkungan dengan memberikan medali bagi penamat lari (finisher) dibuat memanfaatkan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai wujud ekonomi sirkular.

Sinergitas yang dibangun BI terbukti membuahkan hasil positif bagi masyarakat luas. Hingga Mei 2026, transaksi QRIS di wilayah kerja KPwBI Balikpapan (Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara) melonjak hingga 39,28 juta transaksi atau tumbuh 93,72 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp4,26 triliun.

Bank Indonesia (BI) Balikpapan membuat medali finisher dari Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) untuk ajang lari FENTURUN 2026. Inovasi ini merupakan wujud implementasi ekonomi sirkular ramah lingkungan untuk mendaur ulang uang yang tidak layak edar.

Akselerasi ini didukung oleh program kolaboratif berkelanjutan seperti SEMARAK QRIS 2026 dan QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026, yang ikut menggandeng generasi muda untuk mempromosikan lebih dari 118 UMKM kuliner lokal lewat Google Review dan media sosial.

Melalui FENTURUN 2026, Bank Indonesia bersama jajaran pemerintah daerah membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan sistem ekonomi digital yang tidak hanya efisien, tetapi juga membawa manfaat sehat, sosial, dan lingkungan bagi seluruh lapisan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....