BRIDA Kaltim Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat Dunia Penyiaran

  • 20 Jul 2026 15:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu tantangan baru bagi industri penyiaran radio dan televisi. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung kemajuan lembaga penyiaran, namun tetap harus digunakan dengan memperhatikan aspek etika.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur, Fitriansyah, mengatakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya tidak serta-merta menggantikan keberadaan radio dan televisi. Menurutnya, teknologi perlu ditempatkan sebagai pendukung utama dalam meningkatkan kualitas penyiaran.

“Teknologi atau pemajuan IPTEK ini bisa mendukung kegiatan penyiaran TV dan radio, bukan mendisrupsi keberadaan TV dan radio, tetapi harusnya menjadi pendukung utama untuk kemajuan penyiaran,” ujar Fitriansyah dalam Bimtek Lembaga Penyiaran Radio dan Televisi di Samarinda, Sabtu 18 Juli 2026.

Fitriansyah mengungkapkan, perkembangan teknologi penyiaran telah mengalami perubahan besar dari era analog menuju era digital. Saat ini, lembaga seperti RRI dan TVRI juga telah mengembangkan layanan berbasis internet dan platform digital untuk memperluas jangkauan siaran.

Menurut Fitriansyah, perkembangan AI berpotensi menghadirkan berbagai perubahan dalam dunia penyiaran. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut harus diiringi dengan pemahaman mengenai etika digital agar kemajuan teknologi tetap berjalan sejalan dengan kepentingan publik.

“Jangan sampai nanti AI malah menggantikan fungsi daripada TV dan radio itu sendiri. Ke depannya mudah-mudahan semuanya bisa menjadi baik dan saling mendukung antara teknologi dengan keberadaan radio dan televisi,” katanya.

Fitriansyah juga membuka peluang kolaborasi riset antara BRIDA, BRIN, dan insan penyiaran untuk mengidentifikasi kebutuhan teknologi di bidang radio dan televisi. Menurutnya, kajian tersebut penting agar pengembangan teknologi benar-benar menjawab kebutuhan lembaga penyiaran dan mampu memperkuat peran media di tengah era disrupsi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....