Polda Kaltim Edukasi Anti-Narkoba ke 576 Siswa SMKN 3 Balikpapan

  • 17 Jul 2026 06:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, menekankan pentingnya generasi muda membangun imunitas diri dari ancaman narkotika. Hal ini disampaikan saat memimpin sosialisasi bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif) di depan 576 siswa baru SMKN 3 Balikpapan pada hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Generasi muda adalah aset bangsa yang harus kita lindungi. Sangat penting bagi para pelajar untuk mengenali bahaya narkoba sejak dini agar mampu menolak dengan tegas segala bentuk tawaran atau tekanan dari lingkungan sekitar,” ujar Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, pada Kamis 16 Juli 2026.

Kombes Pol Romylus menjelaskan, banyak remaja terjebak dalam lingkaran setan narkoba hanya karena rasa penasaran yang keliru. Oleh karena itu, Polda Kaltim menerapkan pendekatan soft approach untuk meluruskan mitos dan menyajikan realitas dampak buruk narkoba, seperti depresi, kerusakan fisik, hingga gangguan jiwa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung SMKN 3 Balikpapan pada Selasa 14 Juli 2026 ini dikemas secara interaktif melalui edugame guna menarik perhatian siswa. Berupa metode Yel-Yel Motivasi: Membakar semangat siswa dengan sorakan "Anak Hebat, SMK 3 Kebanggaanku, Narkoba Engga Yaaa".

Selain itu, dilakukan juga Tepuk Pramuka sebagai Membangun fokus dan kebersamaan, Budaya 5S & 7 yaitu, menanamkan nilai Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun sebagai fondasi karakter anak Indonesia hebat. Games mitos atau Fakta yang melibatkan guru dan murid secara aktif untuk membedakan isu seputar narkoba. Serta, Mystery Balloon Game berupa tantangan interaktif bagi kelompok siswa untuk menjawab pertanyaan berhadiah di dalam balon misteri.

Pada kesempatan tersebut para siswa didampingi oleh Kepala sekolah hingga guru. Kehadiran pihak sekolah menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari peredaran gelap narkoba.

Sebagai bentuk deteksi dini dan penegasan komitmen "bersinar" (bersih narkoba), kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan pelaksanaan tes urin secara acak bagi para pelajar siswa baru tahun ajaran 2026. Melalui langkah preventif ini, diharapkan para siswa memiliki daya tangkal yang kuat dalam menjaga masa depan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....