Rumah Terdampak Abrasi Sungai Mahakam, Dua Bangunan Longsor di Embalut

  • 16 Jul 2026 07:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dua unit rumah di RT 8 Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dilaporkan longsor ke Sungai Mahakam akibat abrasi yang terus mengikis bantaran sungai. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 14 Juli 2026 sekitar pukul 06.00 Wita.

Berdasarkan Laporan Harian Pusdalops-PB BPBD Kutai Kartanegara tertanggal 15 Juli 2026, bencana tersebut dipicu oleh abrasi Sungai Mahakam yang menyebabkan tanah di tepi sungai terkikis hingga tidak mampu lagi menopang bangunan yang berdiri di atasnya.

Akibat kejadian itu, sebanyak tiga kepala keluarga atau lima jiwa terdampak. Meski tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta karena dua rumah beserta perabotan di dalamnya ikut jatuh ke sungai.

Petugas Pusdalops BPBD Kutai Kartanegara menyebutkan, kondisi di lokasi saat ini telah dinyatakan aman dan terkendali. Namun, warga di sekitar bantaran Sungai Mahakam tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abrasi susulan, ujarnya.

BPBD Kutai Kartanegara juga telah menindaklanjuti laporan yang diterima dengan melakukan konfirmasi kepada aparat Desa Embalut. Langkah tersebut dilakukan sebagai dasar dalam menentukan tindakan penanganan dan keputusan lanjutan terhadap dampak bencana," katanya.

Selain pendataan kerusakan, kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini adalah bantuan kebutuhan hidup dasar berupa sembako. Bantuan tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat longsor.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa abrasi di sepanjang bantaran Sungai Mahakam masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang bermukim di kawasan tepian sungai. Kondisi tanah yang terus tergerus dapat meningkatkan risiko longsor, terutama pada lokasi yang berada sangat dekat dengan aliran sungai.

BPBD mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan di sekitar rumah atau amblesnya permukaan tanah. Laporan dini diharapkan dapat mempercepat langkah mitigasi dan mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Kutai Kartanegara diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai perubahan kondisi alam yang berpotensi memperburuk abrasi di sejumlah kawasan bantaran Sungai Mahakam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....