Tingkatkan Inseminasi Buatan, Unmul Perkuat Kapasitas Peternak di Kutai Barat
- 15 Jul 2026 07:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Barat - Tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi Bali di Kabupaten Kutai Barat masih berada di kisaran 40–50 persen, lebih rendah dibandingkan target nasional yang mencapai 60–70 persen. Kondisi tersebut mendorong tim dosen dan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan pendampingan kepada peternak melalui pelatihan teknologi reproduksi ternak dan manajemen pemeliharaan, pada Sabtu 11 Juli 2026.
Sebanyak 10 peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Mandiri di Desa Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, mendapat pembekalan mengenai teknik inseminasi buatan, deteksi kebuntingan, hingga penggunaan kandang jepit (crush chute) untuk mendukung penanganan ternak secara aman dan efisien. Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Hibah BIMA Tahun Anggaran 2026.
Ketua tim pengabdian, Retno Aryani, mengatakan rendahnya keberhasilan inseminasi buatan dipengaruhi masih dominannya praktik perkawinan alami serta terbatasnya akses peternak terhadap teknologi reproduksi modern.
"Melalui program ini kami ingin meningkatkan kemampuan peternak dalam menerapkan teknologi inseminasi buatan sehingga produktivitas sapi dapat terus meningkat dan keberhasilan reproduksi menjadi lebih optimal," ujarnya, dikutip dalam rilis pers yang diterima rri.co.id, Selasa, 14 Juli 2026.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik lapangan mengenai deteksi kebuntingan dan manajemen reproduksi ternak. Pelatihan menghadirkan praktisi peternakan sekaligus inseminator, Suhartono, yang memberikan demonstrasi teknis, serta Suhardi, yang membahas pengelolaan ternak terpadu agar program inseminasi buatan berjalan lebih efektif.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Barat pun turut mendukung kegiatan tersebut. Perwakilan dinas, Ade Alfian, menilai peningkatan kapasitas peternak menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki produktivitas sapi potong di daerah.
"Kami mengapresiasi kegiatan pengabdian ini dan berharap program ini dapat terus berlanjut serta menjadi model replikasi untuk wilayah lain di Kutai Barat. Dinas Peternakan siap mendukung keberlanjutan program melalui pendampingan dan penyediaan fasilitas pendukung," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Beni, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam usaha peternakannya. Karenanya, ia berharap pendampingan bisa dilakukan secara berkala.
"Kegiatan berlangsung dengan baik dan sangat bermanfaat bagi kami para peternak. Harapan kami ke depan, kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal di bidang peternakan sapi," kata dia.
Ke depan, tim Universitas Mulawarman akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat tingkat adopsi teknologi serta dampaknya terhadap peningkatan keberhasilan inseminasi buatan. Model pendampingan tersebut juga diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain di Kutai Barat guna mendukung peningkatan populasi dan produktivitas sapi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....