Atlet Tenis Paser Raih Prestasi di Kejurnas ATMI 2026 Makassar
- 13 Jul 2026 14:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser – Kabupaten Paser kembali menorehkan prestasi olahraga melalui atlet tenis yang berhasil mengharumkan nama daerah pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Perorangan Asosiasi Tenis Medis Indonesia (ATMI) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, 10–12 Juli 2026.
Dalam kejuaraan yang diikuti para dokter dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Paser mengirimkan tiga atlet terbaik yang berhasil membawa pulang sejumlah prestasi.
Ketiga atlet tersebut yakni Taufik Hidayat yang meraih juara pertama kategori tunggal putra kelompok umur 40 tahun, Ahmad Irsyad pada nomor ganda putra, serta Morita yang berhasil meraih juara kedua tunggal putri dan juara kedua ganda putri.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Pengurus Cabang Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kabupaten Paser.
Ketua Pengcab Pelti Paser, Ibrahim Ahmad, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para atlet yang juga berprofesi sebagai dokter. Ia berharap para atlet senior tersebut tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembinaan atlet muda tenis di Kabupaten Paser.
"Pelti Paser mengucapkan selamat dan sukses. Semoga selalu stabil dalam menjaga prestasi dan jangan lupa untuk siap menjadi pelatih sebagai bagian dari regenerasi atlet senior kepada junior, apalagi menghadapi Porprov. Di Paser nanti batas usia atlet maksimal 30 tahun," ujar Ibrahim Ahmad, Senin 13 Juli 2026.

Menurutnya, pengalaman dan kemampuan para atlet senior perlu ditularkan kepada generasi berikutnya agar tradisi prestasi tenis Paser dapat terus berlanjut di tingkat provinsi maupun nasional.
"Perlu adanya percepatan regenerasi atlet tenis untuk prestasi. Dalam berbagai event tenis se-Kalimantan Timur, tim Pelti Paser selalu memiliki tradisi mendapatkan medali, baik emas, perak, maupun perunggu," katanya.
Sementara itu, Taufik Hidayat mengaku bangga dapat memberikan kontribusi bagi Kabupaten Paser melalui ajang Kejurnas ATMI 2026.
Menurutnya, meskipun jumlah peserta tahun ini tidak sebanyak kejuaraan sebelumnya, persaingan antarpetenis tetap berlangsung ketat karena banyak atlet berpengalaman yang ikut ambil bagian.
"Di kelompok putri, Morita sempat menang tiga kali hingga mencapai final. Lawan yang dihadapi juga cukup berat karena banyak juara bertahan dari daerah lain. Untuk nomor ganda, juaranya berasal dari Jawa Barat, sedangkan tunggal dari Jawa Timur," ujar Taufik.

Pada nomor tunggal putra kelompok umur 40 tahun, Taufik harus melewati beberapa pertandingan sebelum mencapai babak final. Ia menghadapi atlet dari berbagai daerah, seperti Jawa Barat, Bali, dan Jambi.
"Untuk kelompok umur 40 tahun, saya harus bertanding empat kali hingga babak akhir dan final. Para peserta sebagian sudah sering bertemu pada kejuaraan sebelumnya karena memang rutin mengikuti turnamen," ucapnya.
Perjalanan Taufik menuju gelar juara tidak berjalan mudah. Ia sempat mengalami kram pada babak kedua akibat kondisi cuaca panas di lokasi pertandingan.
"Alhamdulillah setelah mendapat penanganan sekitar 15 menit, saya bisa melanjutkan pertandingan hingga final. Cuaca di Makassar memang cukup panas, suhu mencapai sekitar 36 hingga 37 derajat Celsius sehingga banyak pemain mengalami kram," katanya.

Ia juga mengapresiasi perjuangan Ahmad Irsyad yang berhasil meraih prestasi pada nomor ganda putra. Menurutnya, persaingan pada nomor tersebut sangat berat karena harus menghadapi sejumlah pasangan juara bertahan.
"Di ganda putra, perjuangan Irsyad cukup berat karena lawan yang dihadapi merupakan pemain-pemain yang sudah memiliki pengalaman dan gelar juara," ujarnya.
Taufik mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari disiplin dalam mengatur waktu antara pekerjaan sebagai dokter dan latihan tenis.
Menurutnya, menjaga konsistensi latihan menjadi tantangan tersendiri karena harus menyesuaikan dengan aktivitas pelayanan kesehatan.

Setelah Kejurnas ATMI 2026, para petenis Paser akan kembali mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Nasional Tenis Beregu ATMI yang akan berlangsung pada 11–13 September 2026 di Solo, Jawa Tengah.
Selain itu, juara pada kejuaraan tersebut juga berpeluang mengikuti ajang internasional World Medical Tennis Society (WMTC) yang dijadwalkan berlangsung pada 10–17 Oktober 2026 di Antalya, Turki.
Prestasi para atlet tenis Paser ini menjadi bukti bahwa olahraga daerah mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus memperkuat semangat pembinaan dan regenerasi atlet di Kabupaten Paser.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....