BKKBN Kaltim Perangi Stigma Kesehatan Mental di Kalangan Remaja

  • 04 Jul 2026 09:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menilai stigma terhadap kesehatan mental masih menjadi tantangan besar dalam upaya mendukung kesejahteraan psikologis remaja. Karena itu, penguatan konselor sebaya dan fasilitator kesehatan mental terus dilakukan.

Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Kaltim, Yuliani, mengatakan masih banyak individu yang menghadapi masalah kesehatan mental namun belum memperoleh dukungan yang memadai. Kondisi tersebut dipengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat serta keterbatasan akses informasi.

"Program mental health dan psychosocial support ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental serta menyediakan ruang yang aman untuk berbagi dan berdiskusi," ujar Yuliani.

Menurutnya, remaja memerlukan lingkungan yang mendukung agar mampu mengelola stres, meningkatkan kesejahteraan psikologis, dan membangun daya tahan mental. Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya tantangan sosial dan digital.

Yuliani menjelaskan, pelatihan bagi konselor dan fasilitator bertujuan agar mereka mampu mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental secara lebih dini. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan memberikan dukungan emosional yang tepat.

"Kami berharap para konselor dan fasilitator dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengurangi stigma terkait kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya pada Jumat 3 Juli 2026.

BKKBN menilai upaya pengurangan stigma harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas remaja. Dengan demikian, kesehatan mental dapat dipahami sebagai bagian penting dari kualitas hidup generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....