Pesan UAS di Hari Bhayangkara ke-80: Syukur Jadi Kunci Polisi Mengabdi

  • 03 Jul 2026 13:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Kekuatan mental dan spiritual menjadi modal utama bagi aparat kepolisian dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks. Pesan kuat ini disampaikan oleh ulama nasional, Ustaz Abdul Somad (UAS), saat memberikan Tausyiah Dhuha dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Masjid Al-Ikhlas Polda Kalimantan Timur, Jumat 3 Juli 2026.

Di hadapan Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, jajaran Pejabat Utama, Forkopimda Balikpapan, dan pengurus Bhayangkari, UAS menegaskan seragam polisi bukan sekadar simbol profesi. Seragam tersebut adalah sebuah amanah besar yang menuntut dedikasi, keberanian, dan keikhlasan total kepada bangsa dan negara.

Dalam ceramahnya yang memukau, Ustaz Abdul Somad membagikan tips mendasar bagi para personel Polri agar tetap profesional di tengah tingginya dinamika sosial, terutama Kaltim kini menjadi penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kunci utama dari ketenangan kerja tersebut adalah rasa syukur. UAS mengingatkan agar para anggota Polri berhenti membandingkan hidupnya dengan orang lain.

"Kalau kita pandai bersyukur atas amanah yang diberikan Allah, hati akan menjadi tenang. Dari hati yang tenang itulah lahir keikhlasan dalam bekerja dan mengabdi kepada masyarakat," ujar Ustaz Abdul Somad.

Sesuai dengan tema Hari Bhayangkara ke-80, "Berbenah Diri Setulus Hati, Polri Untuk Masyarakat", UAS menjabarkan perubahan besar institusi harus dimulai dari dalam diri masing-masing personel. Hati merupakan pusat kendali dari seluruh perilaku manusia. Ketika hati bersih dan berniat baik, maka pelayanan kepada masyarakat akan otomatis mencerminkan kebaikan.

UAS juga mengajak seluruh personel Polri untuk memiliki jiwa yang besar dalam menerima masukan dari luar.

"Jangan menutup diri terhadap kritik. Manusia tidak mampu menilai dirinya secara sempurna, sehingga kita butuh nasihat dan evaluasi orang lain agar terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran UAS. Ia berharap siraman rohani ini mampu mempertebal keimanan sekaligus membentuk karakter anggota Polri yang humanis, berintegritas, dan dekat dengan masyarakat.

Sebagai bentuk penutup yang menyentuh dan implementasi nyata dari tausyiah tersebut, acara dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Aksi sosial ini menjadi simbol bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diperingati lewat kata-kata, tetapi juga lewat kepedulian nyata yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....