Inflasi Kaltim pada Juni 2026 Naik, Kenaikan BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu

  • 02 Jul 2026 17:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) pada Juni 2026 mencapai 0,70 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai, mengatakan kenaikan inflasi dipengaruhi sejumlah faktor, terutama penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan tingginya tarif transportasi udara. Kondisi tersebut turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas lainnya.

Mas'ud Rifai menjelaskan, pada Juni 2026 terjadi penyesuaian harga beberapa jenis BBM. Untuk harga Pertamax naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter, sedangkan Pertamax Turbo meningkat dari Rp20.350 menjadi Rp21.200 per liter.

Sementara itu, pemerintah telah mengeluarkan berbagai stimulus untuk sektor transportasi, seperti pemberian insentif PPN untuk tiket pesawat ekonomi dan diskon tarif kapal laut. Namun, kebijakan tersebut belum sepenuhnya mampu menahan kenaikan tarif angkutan udara.

"Inflasi bulan Juni sebesar 0,70 persen lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun Juni tahun lalu. Kelompok transportasi menjadi penyumbang utama kenaikan harga," kata Mas'ud Rifai dalam rilis BPS Kaltim, Rabu 1 Juli 2026.

BPS Kaltim mencatat kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 4,17 persen dengan andil mencapai 0,55 persen. Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 0,20 persen dengan kontribusi sebesar 0,07 persen.

"Lima komoditas utama penyumbang inflasi di Kalimantan Timur pada Juni 2026 adalah bensin dengan andil 0,41 persen, angkutan udara sebesar 0,13 persen, bawang merah 0,07 persen, beras 0,03 persen, serta ikan layang atau benggol sebesar 0,03 persen," ujar Mas'ud Rifai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....