Wali Kota Samarinda Soroti Ancaman Ketahanan Pangan di tengah Perubahan Iklim
- 01 Jul 2026 13:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda menilai ketahanan pangan menjadi salah satu tantangan besar yang harus diantisipasi di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikan Plt. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 di kawasan Kampung Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.
Menurut Andi Harun, perubahan iklim yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di berbagai daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di masa mendatang.
Andi Harun mengatakan, saat ini Kalimantan Timur masih memiliki tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat masih dipasok dari wilayah Sulawesi dan Jawa Timur, sehingga kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan daerah.
Menurut Andi, ketergantungan tersebut berpotensi menimbulkan risiko besar apabila daerah pemasok utama mengalami gangguan produksi akibat bencana alam maupun dampak perubahan iklim. Kondisi seperti gagal panen, kekeringan, maupun cuaca ekstrem dapat memengaruhi ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat Kalimantan Timur.
"Kalimantan Timur memiliki ketergantungan pangan lebih dari 70 hingga 80 persen dari luar daerah. Kita harus membayangkan jika suatu saat daerah pemasok mengalami gagal panen. Tentu hal ini harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Andi Harun menilai dunia saat ini tengah menghadapi tiga tantangan besar yang saling berkaitan, yakni ketahanan energi, ketahanan pangan, dan perubahan iklim. Ketiga persoalan tersebut membutuhkan strategi yang matang serta kolaborasi dari berbagai pihak agar dampaknya dapat diminimalkan.
"Tren global yang menunjukkan meningkatnya investasi sejumlah tokoh dunia pada sektor pangan, peternakan, dan pertanian. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sektor pangan akan menjadi salah satu sektor strategis yang menentukan ketahanan suatu negara di masa depan," kata Andi pada Selasa 30 Juni 2026.
Karena itu, Wali Kota Samarinda mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin keberlanjutan ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....