Pemkab Berau Ingin Ubah Sampah Jadi Sumber Investasi dan Lapangan Kerja Baru
- 30 Jun 2026 20:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengubah cara pandang terhadap persoalan sampah. Jika selama ini limbah identik dengan masalah lingkungan, ke depan sampah justru diproyeksikan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui penerapan konsep ekonomi sirkular.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) "Berau Circular Future 2045: Dari Sampah Menjadi Industri Baru Daerah" yang mempertemukan pemerintah, kalangan akademisi, dunia usaha, lembaga keuangan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Berau, Slamet Riyadi, mengatakan transformasi pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan hanya dengan pendekatan kebersihan lingkungan. Menurutnya, pengelolaan limbah harus mulai diarahkan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami ingin mengubah cara pandang terhadap sampah. Selama ini sampah dianggap sebagai beban lingkungan, padahal jika dikelola dengan baik justru bisa menjadi bahan baku industri yang menghasilkan nilai ekonomi," katanya.
Ia menjelaskan, konsep ekonomi sirkular memungkinkan berbagai jenis limbah diproses kembali menjadi bahan baku industri maupun produk baru yang memiliki nilai jual. Dengan sistem tersebut, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan sekaligus menciptakan peluang usaha baru.
Selain itu, pengembangan industri berbasis sampah diperkirakan mampu menarik minat investor, memperluas kesempatan kerja, hingga meningkatkan pendapatan asli daerah.
Slamet menilai manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga masyarakat. Keberadaan bank sampah, pelaku usaha daur ulang, hingga sektor UMKM diproyeksikan memperoleh peluang lebih besar untuk berkembang seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku hasil pemilahan sampah.
Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan pembangunan ekosistem ekonomi sirkular sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pihak.
Menurutnya, pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator dan penggerak. Dunia usaha, sektor perbankan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Di tengah tantangan ekonomi, kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah akan menjadi penggerak, tetapi keberhasilan program ini bergantung pada dukungan seluruh pihak dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular di Berau," ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemkab Berau berharap persoalan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban pembangunan, melainkan sebagai sumber daya yang mampu menciptakan investasi baru, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi hijau, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....