Sensus Ekonomi 2026 Kutim Dimulai, Libatkan 322 Petugas Data Seluruh Pelaku Usaha
- 30 Jun 2026 19:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Timur - Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Kutai Timur. Pendataan yang berlangsung hingga akhir Agustus mendatang diharapkan mampu menghasilkan basis data yang akurat sebagai pijakan penyusunan kebijakan ekonomi dan pembangunan daerah.
Peluncuran sensus ditandai dengan pencanangan sekaligus pelepasan balon di kawasan Polder Ilham Maulana, Sangatta, Selasa 30 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, mitra statistik BPS, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Mewakili Bupati Kutai Timur, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, Sulisman, mengatakan sensus ekonomi memiliki peran penting dalam memotret kondisi dunia usaha secara menyeluruh.
Menurutnya, data yang terkumpul akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, mulai dari pengembangan UMKM, peningkatan investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.
"Sensus Ekonomi menjadi instrumen utama untuk memotret kondisi riil dunia usaha," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah membutuhkan data yang valid untuk mengetahui sektor usaha yang berkembang, bidang usaha yang memerlukan dukungan, hingga persebaran aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Kutai Timur.
Sementara itu, Kepala BPS Kutai Timur, Widiyantono, mengatakan pendataan lapangan telah dimulai sejak 15 Juni dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Di Kutai Timur, sensus akan menjangkau seluruh desa yang tersebar di 18 kecamatan dengan melibatkan 322 petugas statistik, terdiri dari 278 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 44 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).
Widiyantono berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat memberikan informasi secara jujur dan lengkap kepada petugas agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah.
Menurutnya, hasil sensus akan menjadi referensi penting bagi pemerintah maupun dunia usaha dalam merancang berbagai program pembangunan ekonomi di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....