Festival Pesona Nusantara Tari Bali Pukau Ribuan Pengunjung Teras Samarinda
- 28 Jun 2026 13:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Suasana di Teras Samarinda, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu pada Sabtu, 27 Juni 2026 tumpah ruah dengan ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan Festival Pesona Nusantara Gelar Seni Tari Bali. Bahkan, masyarakat rela berdiri dan berdesakan untuk menyaksikan festival yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 22.00 Wita.
Festival tersebut menampilkan berbagai tarian khas Bali, seperti Tabuh Kebyar, Tari Puspanjali, Tari Topeng Jauk, Tari Padma Kumala, Tari Dadong Rerod, Tari Cendrawasih, Tari Topeng Bondres, Tari Janger Abinaya, Tari Kecak, hingga Tari Joged Bumbung. Menariknya, di sekitar lokasi, sejumlah stan UMKM juga turut meramaikan kegiatan dengan menjajakan aneka makanan dan minuman.
Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua Panitia, Desak Ketut Purnamayati, menjelaskan digelarnya festival ini bertujuan untuk mengajak warga Kota Tepian lebih mengenal sekaligus melestarikan seni budaya, khususnya dari Bali.
"Bagaimana sih melestarikan budaya kita, budaya Nusantara. Jadi bukan tari Bali harus orang Bali aja tapi semuanya bisa mengikuti gerakan dan tari seni tersebut," ucap Desak.
Untuk menyukseskan gelar seni ini, pihaknya juga bekerja sama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, Juragan Entertainment, dan sejumlah yayasan.
Selain itu, Desak juga melibatkan 175 orang yang terdiri dari penari hingga penabuh. Para penari sendiri merupakan pegiat seni yang tergabung dalam Sanggar Seni Gita Saraswati di Jalan Sentosa, Samarinda.
Desak mengaku, untuk menyiapkan sepuluh tarian Bali, mereka hanya memiliki waktu persiapan kurang dari satu bulan. Hal itu pun menjadi tantangan tersendiri, terlebih untuk berlatih Tari Kecak.
"Persiapannya sekitar 3 minggu, apalagi ya tari kecak. Tari kecak itu kan tari kelompok. Vokalnya, gerakannya harus sama. Apalagi ada cerita Ramayana, jadi dalangnya juga harus kompak," ujarnya.
Meski begitu, Desak tak menyangka dengan rentang waktu yang cukup sempit, mereka bisa memberikan penampilan yang terbaik dan memukau masyarakat Samarinda. Ia pun berharap, kegiatan serupa bisa diselenggarakan kembali di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Luar biasa antusias masyarakat, karena kalau mau lihat tari Bali dari Samarinda kan tiketnya mahal. Mungkin di sini juga hiburannya kurang. Jadi, semoga kita bisa menampilkan ini lagi, semoga di IKN nantinya," kata Desak.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Rina, mengaku sengaja datang ke Teras karena ingin melihat beragam tarian Bali dalam satu pertunjukan. Sebab menurutnya, kesempatan seperti itu jarang ditemui di Samarinda.
"Saya memang sengaja datang. Biasanya hanya melihat satu atau dua tarian saja, tetapi malam ini banyak sekali. Yang paling saya tunggu Tari Kecak karena ceritanya menarik," ucap warga Sempaja itu.
Selain menikmati pertunjukan, Rina juga menilai kehadiran stan UMKM membuat suasana festival semakin ramai. Pengunjung bisa membeli makanan dan minuman sambil menunggu penampilan tari berikutnya.
"Bagus sekali. Kita jadi bisa mengenal budaya Bali, sekaligus menikmati suasana dan kuliner yang ada di sini," ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....