Menanam Hari Ini, Menjaga Masa Depan Kalimantan Timur
- 24 Jun 2026 20:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dunia usaha, komunitas, akademisi, hingga generasi muda untuk memastikan pembangunan daerah tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.
Semangat itu terlihat dalam Program 2.000 Pohon untuk Kalimantan Timur yang digelar di Desa Budaya Pampang, Samarinda. Kegiatan penghijauan tersebut mempertemukan berbagai pihak dalam satu gerakan bersama untuk meningkatkan tutupan hijau sekaligus membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ekosistem.
Isu lingkungan menjadi semakin relevan bagi Kalimantan Timur yang kini berada di tengah transformasi besar sebagai wilayah penyangga sekaligus lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah pesatnya pembangunan, kebutuhan menjaga keseimbangan lingkungan menjadi tantangan yang tidak dapat diabaikan.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Samarinda, Andika Dwi Prastyo, menilai penanaman pohon merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, aksi penghijauan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan berbagai pihak untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup.
"Melalui kegiatan ini, kami bersama berbagai pihak melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup," katanya saat ditemui, Rabu, 24 Juni 2026.
Lebih dari sekadar menanam bibit, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, komunitas lingkungan, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi semacam ini dinilai penting karena persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu kelompok saja.
Andika mengapresiasi keterlibatan generasi muda yang aktif mendorong gerakan penghijauan di Kalimantan Timur. Menurutnya, kesadaran lingkungan yang tumbuh di kalangan anak muda menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah di masa depan.
"Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan generasi muda mampu menghasilkan dampak positif bagi lingkungan," ujarnya.
Kegiatan penghijauan juga memiliki nilai strategis karena pohon berperan penting dalam menjaga kualitas udara, mengurangi risiko erosi, menyerap karbon, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, upaya penanaman pohon menjadi salah satu langkah adaptasi yang dapat dilakukan masyarakat.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, mengatakan pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor. Ia menilai setiap langkah kecil yang dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan.
"Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan generasi mendatang tetap memiliki lingkungan yang sehat dan layak dihuni," katanya.
Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam gerakan penghijauan perlu terus diperluas dan dijaga keberlanjutannya.
Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi Kalimantan Timur, mulai dari perubahan tutupan lahan hingga dampak perubahan iklim, gerakan menanam pohon menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Sebab, masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur yang dibangun, tetapi juga oleh kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....