SMP Negeri 14 Bersiap Sambut Siswa Baru, Dukung Disdikbud Sekolah Bebas Titipan
- 24 Jun 2026 06:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - SMP Negeri 14 Balikpapan menyatakan kesiapannya untuk menyambut peserta didik baru melalui pelaksanaan Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026. Pihak sekolah berkomitmen penuh mendukung sistem daring (online) serta menjamin proses seleksi yang transparan tanpa praktik penitipan siswa, selaras dengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.
Kepala SMPN 14 Balikpapan, Eny Fitriyati, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan internal telah rampung dilakukan demi kelancaran proses seleksi.
"Untuk persiapan sudah kami lakukan. Kami sudah membentuk tim panitia PPDB dan telah melaksanakan rapat koordinasi untuk membagi tugas di setiap jalur pendaftaran. Pelaksanaannya nanti secara daring, sama seperti tahun-tahun lalu," ujar Eny di jumpai di ruang kerjanya pada Rabu, 24 Juni 2026.
Pada tahun ini, SMPN 14 Balikpapan membuka daya tampung total sebanyak 398 siswa yang akan dibagi ke dalam 10 kelas. Jumlah ini merupakan kapasitas maksimal setelah dikurangi dua siswa kelas VII yang tidak naik kelas dari total daya tampung awal sebesar 400 kursi.
Proses seleksi tetap mengacu pada regulasi sebelumnya yang terbagi ke dalam empat jalur utama dengan rincian kuota sebagai berikut:
• Jalur Zonasi (45%): Diperuntukkan bagi domisili yang masuk dalam wilayah zonasi sekolah, khususnya kawasan Balikpapan Selatan.
• Jalur Prestasi (30%): Memprioritaskan siswa dengan capaian akademik maupun non-akademik.
• Jalur Afirmasi (20%): Khusus bagi keluarga ekonomi tidak mampu di wilayah zonasi terkait.
• Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Mutasi (Maksimal 5%): Mencakup kuota untuk anak dari luar daerah yang pindah tugas, serta kuota khusus bagi anak kandung guru.
Komitmen Jalur Bersih Tanpa Titipan
Mengingat tingginya animo masyarakat—di mana pada tahun lalu jumlah pendaftar mencapai ribuan siswa hingga sekolah hanya mampu menyerap sekitar 50% pendaftar—pihak sekolah memperketat pengawasan seleksi. Eny menegaskan sangat mendukung penuh pakta integritas mengenai jalur bersih tanpa intervensi pihak luar.
Menurutnya, ketiadaan praktik "siswa titipan" sangat krusial untuk menjaring bibit unggul secara adil. Hal ini memastikan bahwa siswa yang diterima memang benar-benar kompeten dan memenuhi kriteria objektif di jalur yang mereka pilih.
"Harapan saya, pelaksanaan tahun ini benar-benar berjalan murni sesuai petunjuk teknis (juknis) tanpa ada titipan dari pihak mana pun. Jika semua patuh pada juknis, pihak sekolah pun bisa bekerja dengan tenang," katanya secara tegas.
Eny juga memaklumi adanya dinamika di lapangan, seperti orang tua yang bersikap bersikeras (ngeyel) demi mengupayakan sekolah bagi anaknya. Namun, panitia di lapangan berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan pengertian secara humanis agar masyarakat memahami bahwa sistem seleksi saat ini mengedepankan asas keadilan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....