Disdikbud Kaltim Apresiasi Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat

  • 22 Jun 2026 15:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur menilai perkembangan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda menunjukkan hasil yang positif setelah program tersebut berjalan selama satu tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalimantan Timur, Armin, mengatakan perubahan itu terlihat dari keberanian siswa untuk tampil, berinteraksi, hingga menunjukkan berbagai kemampuan yang sebelumnya belum terlihat saat pertama kali masuk sekolah.

"Tadi kita lihat anak-anak bisa tampil. Anak-anak yang mungkin dulu tidak pernah bermimpi, sekarang berani tampil. Itu luar biasa menurut saya. Itu hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan sekolah selama satu tahun ini," ujarnya saat menghadiri Open House SRT 58 Samarinda, Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurut Armin, perkembangan tersebut menunjukkan proses pendidikan di Sekolah Rakyat berjalan sesuai harapan. Ia melihat siswa yang sebelumnya datang dengan berbagai keterbatasan kini mulai memiliki kepercayaan diri dan semangat untuk mengembangkan potensinya.

Di sisi lain, Armin menjelaskan Sekolah Rakyat memiliki karakteristik berbeda dibanding sekolah umum. Program yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial itu dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.

"Sekolah rakyat fokus bagaimana memutus kemiskinan. Anak-anak yang secara ekonomi tidak mampu ini harus diselamatkan. Mereka harus diangkat derajatnya melalui pendidikan agar nantinya bisa mengangkat keluarganya juga," katanya.

Meski memiliki tujuan khusus, Armin menegaskan tidak ada perbedaan dari sisi kurikulum maupun kualitas pembelajaran antara Sekolah Rakyat dan sekolah umum. Seluruh siswa tetap mendapatkan materi pendidikan yang sama sesuai ketentuan nasional.

Menurutnya, perbedaan justru terletak pada tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Sebab, tidak sedikit siswa Sekolah Rakyat yang datang dengan kondisi belum siap belajar atau telah lama meninggalkan bangku pendidikan.

"Pembelajaran di sekolah rakyat dan sekolah umum itu tidak ada bedanya. Yang berbeda mungkin tantangannya. Di sekolah rakyat kita harus menyiapkan anak-anak yang belum siap belajar, sementara di sekolah umum anak-anak sudah siap belajar," ucapnya.

Armin juga memastikan lulusan Sekolah Rakyat nantinya memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk perguruan tinggi. Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan antara lulusan Sekolah Rakyat dan sekolah umum.

Karena itu, ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat terus menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik sekaligus mewujudkan cita-cita yang sebelumnya sulit mereka bayangkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....