Kolaborasi Sekolah, Orang Tua dan Industri Jadi Kunci Sukses PKL SMKN 3 Samarinda

  • 18 Jun 2026 11:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — SMK Negeri 3 Samarinda menggelar Sosialisasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Ajaran 2026-2027 bagi orang tua dan siswa di Ballroom Hotel Alamanda, Kamis 18 Juni 2026. Kegiatan yang dibagi dalam tiga sesi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta didik sebelum terjun langsung ke dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Sesi pertama diikuti Program Keahlian Kuliner. Sesi kedua diperuntukkan bagi Program Keahlian Tata Kecantikan Kuku dan Rambut, Spa, serta Desain Produksi Busana. Adapun sesi ketiga diikuti Program Keahlian Usaha Layanan Wisata dan Perhotelan. Sebanyak 364 siswa akan mengikuti PKL dan ditempatkan di 154 mitra dunia usaha dan dunia industri. Rinciannya, 152 lokasi berada di Samarinda, satu lokasi di Kota Bontang, dan satu lokasi di Pulau Bali.

Kepala SMK Negeri 3 Samarinda, Elis Susiana, mengatakan pada sesi pertama sosialisasi diikuti oleh orang tua dan siswa Program Keahlian Kuliner yang akan menjalani PKL selama enam bulan. Sebanyak 128 siswa Kuliner akan ditempatkan di 40 lokasi industri yang telah bekerja sama dengan sekolah.

"Untuk Program Keahlian Kuliner, jumlah peserta PKL sebanyak 128 siswa dengan tempat PKL di 40 dunia usaha dan dunia industri. Sebanyak 39 lokasi berada di Samarinda dan satu lokasi berada di Bontang," ujar Elis kepada RRI.

Elis menjelaskan, pelaksanaan PKL diawali dengan proses pengantaran siswa pada 22 Juni 2026 dan berakhir dengan penjemputan pada 22 Desember 2026. Selama enam bulan, siswa akan memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus mengasah kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Sebelum pelaksanaan PKL, sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan siswa siap menghadapi lingkungan kerja profesional. Salah satunya melalui pembinaan mental dan sikap (Bintalsik) yang berlangsung selama lima hari dengan pendampingan personel Jasmani Militer Korem 091/ASN.

"Kami melaksanakan Bintalsik untuk persiapan mental anak-anak ketika berada di tempat PKL. Selain itu, kami juga melakukan pembekalan dengan menghadirkan guru tamu dari industri agar siswa memahami apa yang akan dilakukan selama menjalani PKL," katanya.

Menurut Elis, tujuan PKL tidak hanya meningkatkan kompetensi dan keterampilan teknis siswa, tetapi juga membentuk karakter, etika kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya industri. Karena itu, aspek kedisiplinan dan sikap kerja menjadi perhatian utama sekolah.

"Anak-anak tidak hanya mendapatkan kompetensi dan keahlian, tetapi juga karakter dan attitude yang baik. Itulah mengapa kami mempersiapkan mereka melalui Bintalsik dan pembekalan dari praktisi industri," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elis juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung keberhasilan PKL. Ia meminta orang tua untuk turut mengingatkan siswa agar disiplin, menjaga komunikasi yang baik, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di tempat kerja.

"Tolong kerja samanya, anak-anak diingatkan untuk bangun lebih awal agar tidak terlambat ke tempat PKL. Mereka harus mengikuti SOP yang berlaku di industri sebagaimana mereka juga mengikuti aturan di sekolah," katanya.

Untuk mendukung proses pengantaran, pemantauan, hingga penjemputan siswa, SMK Negeri 3 Samarinda menugaskan guru mata pelajaran PKL kelas XII sebagai penghubung antara siswa, orang tua, dan pihak industri. Para guru bertugas memantau perkembangan siswa, berkoordinasi dengan pembimbing industri, serta membantu menyelesaikan berbagai kendala yang mungkin muncul selama masa PKL.

Selain itu, sistem administrasi PKL tahun ini juga diperbarui melalui penggunaan jurnal harian berbasis luring dan daring. Siswa diwajibkan melakukan absensi digital dengan mengunggah foto kehadiran yang terhubung langsung ke sistem pemantauan guru PKL.

Melalui sosialisasi ini, SMK Negeri 3 Samarinda berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan dunia industri sehingga pelaksanaan PKL dapat berjalan lancar. Dukungan seluruh pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan siswa dalam mengembangkan kompetensi, karakter, serta kesiapan memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di SMK.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....