Rayakan Galungan 2026, Ratusan Umat Hindu Samarinda Padati Pura Jagat Hita Karana

  • 18 Jun 2026 10:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ratusan umat Hindu di Kota Tepian memadati Pura Jagat Hita Karana, Jalan Sentosa, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, untuk melaksanakan persembahyangan Hari Raya Galungan pada Rabu, 17 Juni 2026. Persembahyangan berlangsung khidmat dengan ungkapan syukur atas kemenangan dharma atau kebaikan melawan adharma.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Samarinda, I Putu Suberata, mengatakan antusiasme umat dalam perayaan Galungan tahun ini cukup tinggi meski berlangsung pada hari kerja.

"Kalau melihat yang hadir hari ini diperkirakan sudah sekitar 300 sampai 400 orang. Itu kurang lebih 50 persen dari jumlah umat Hindu di Samarinda yang mencapai 813 jiwa," ujarnya, dikutip pada Kamis, 18 Juni 2026.

Meski tidak seluruh umat dapat hadir pada persembahyangan pagi karena sebagian masih bekerja maupun menjalani perkuliahan, pihak pura memberikan kesempatan bagi umat untuk bersembahyang pada sore hingga malam hari.

Perayaan Galungan sendiri tidak hanya berlangsung pada hari puncak. Putu menjelaskan rangkaian persiapannya telah dimulai sejak 25 hari sebelumnya melalui sejumlah ritual keagamaan.

"Kami memulai dari Tumpek Pengatag sebagai bentuk penghormatan kepada tumbuhan agar mendukung kehidupan umat. Setelah itu ada Sugihan Jawa dan Sugihan Bali sebagai proses pembersihan alam maupun diri sendiri untuk menyambut Galungan," kata I Putu Suberata.

Ia menambahkan, umat Hindu juga melalui tahapan yang dikenal sebagai tiga kala atau tiga godaan yang harus dilewati sebelum memasuki Hari Raya Galungan. Tiga godaan tersebut dimulai pada Hari Minggu, Senin, dan Selasa.

Kemudian pada Rabu atau hari-H Galungan, adalah momen di mana umat merayakan keberhasilannya karena terbebas dari godaaan. Perayaan itu dirayakan dengan melakukan persembahan kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan Betara.

"Kalau kita umat Hindu itu bersyukur harus ada persembahan, karena kita hidup ini berhutang. Lalu kita juga introspeksi diri supaya ke depannya jangan sampai kala kembali menguasai kita lagi. Sekarang kita menang ya seterusnya kita menang," ucap I Putu Suberata, menambahkan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Samarinda, I Putu Suberata. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Setelah perayaan Hari Raya Galungan, umat Hindu akan kembali memperingati Hari Raya Kuningan yang jatuh sepuluh hari kemudian pada Sabtu, 27 Juni 2026. Hari Raya Kuningan menjadi penutup rangkaian hari suci Galungan dan dipercaya sebagai momen kembalinya para leluhur ke kahyangan.

Bersamaan dengan momen Kuningan, I Putu Suberata mengungkapkan, etnis Bali di Kota Tepian juga akan menggelar pertunjukan seni budaya pada di Teras Samarinda. Kegiatan tersebut melibatkan seniman dari Samarinda dan Tenggarong yang akan menampilkan beragam kesenian khas Pulau Dewata.

"Kebetulan bertumpukan itu kegiatannya dengan Galungan. Jadi kalau paginya kita Kuningan, malamnya jam 19.00 Wita ada pentas seni," ujarnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....