Pengguna Pertalite di Samarinda Keluhkan Antrean Makin Panjang
- 16 Jun 2026 19:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat di Samarinda. Salah satu dampak yang dirasakan warga adalah bertambahnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), khususnya pada jalur pengisian Pertalite.
Nur Annisa, warga Samarinda yang menggunakan Pertalite untuk kendaraan sehari-hari, mengaku waktu tunggu saat mengisi BBM kini lebih lama dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, antrean kendaraan di SPBU terlihat lebih padat dalam beberapa hari terakhir.
"Biasanya tidak terlalu lama, sekarang antreannya terasa lebih panjang. Kadang harus menunggu cukup lama sebelum bisa mengisi BBM," ujarnya saat ditemui di SPBU Jalan Kapten Soedjono AJ, Sungai Kapih, Samarinda, Selasa 16 Juni 2026.
Ia menilai bertambahnya antrean kemungkinan dipengaruhi oleh perpindahan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite setelah terjadi penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Kondisi tersebut membuat jumlah kendaraan yang mengantre di dispenser Pertalite meningkat.
Sementara itu, pengguna BBM nonsubsidi juga mulai melakukan penyesuaian pengeluaran. Sejumlah warga mengaku mempertimbangkan kembali penggunaan Pertamax karena selisih harga yang cukup jauh dibandingkan Pertalite.
Nur Annisa mengatakan kenaikan harga Pertamax menjadi perhatian bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja maupun beraktivitas. Menurutnya, sebagian pengguna kini lebih selektif dalam menentukan jenis BBM yang digunakan.
"Kalau kebutuhan sehari-hari cukup banyak, tentu orang akan mencari pilihan yang lebih hemat. Itu mungkin yang membuat antrean Pertalite sekarang lebih ramai," katanya.
Fenomena peralihan konsumsi BBM tersebut terlihat dari meningkatnya kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU Samarinda, terutama pada jam-jam sibuk. Meski demikian, pasokan BBM di SPBU masih terpantau tersedia dan pelayanan pengisian berjalan normal.
Masyarakat berharap distribusi BBM tetap terjaga sehingga kebutuhan bahan bakar dapat terpenuhi meskipun terjadi perubahan pola konsumsi akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....