Seorang Pria Mengapung di Sungai Kandilo Berhasil di Evakuasi Tim SAR Gabungan
- 16 Jun 2026 19:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Tim SAR Gabungan bersama Polres Paser bergerak cepat setelah menerima adanya laporan terkait adanya penemuan sosok seorang pria yang tengah mengapung di perairan Sungai Kandilo pada Senin 15 Juni 2026 kemarin.
Penemuan tersebut tepatnya terjadi di Gang Reformasi 8, Jalan Kandilo Bahari, Kelurahan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, sekitar pukul 07.20 Wita pagi.
Berdasarkan rilis dari Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, melalui Kasi Humas IPTU Iwan Suhariyanto, menerangkan sesuai dengan laporan salah seorang warga saat menjalani aktifitas joging di bantaran Sungai Kandilo.
"Korban diketahui berinisial M.A.P.R. (22), warga Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot. Penemuan bermula saat seorang warga yang sedang berolahraga di kawasan Siring Sungai Kandilo melihat sesosok tubuh mengapung di sungai dan segera melaporkannya kepada petugas," ujar Kasi Humas Polres Paser, IPTU Iwan.

Bermodalkan informasi dari warga, Polres Paser bersama Tim SAR Gabungan pun turut terjun ke lokasi untuk melakulan evakuasi.
Kemudian, seorang saksi yang berada di sekitar lokasi kemudian mengenali korban sebagai kerabatnya yang diketahui telah meninggalkan rumah sejak Sabtu siang dan tidak kembali.
Korban pun berhasil dievakuasi dari Sungai Kandilo menggunakan perahu dan dibawa ke dermaga depan Masjid Agung, kemudian dievakuasi ke RSUD Panglima Sebaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
IPTU Iwan mengatakan, petugas Kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengamankan TKP, mengevakuasi korban, melakukan identifikasi awal, hingga mengantar jenazah ke rumah sakit.
"Berdasarkan keterangan keluarga, pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi," ucapnya.

Polres Paser menghimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....