Petani Lansia Hilang di Paser, Pencarian Hari Kedua Belum Membuahkan Hasil

  • 11 Jun 2026 21:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Seorang petani lansia bernama Hasing (72), warga RT 04 Desa Pabencengan, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, dilaporkan hilang setelah tidak kunjung pulang ke rumah. Hingga hari kedua pencarian pada Kamis 11 Juni 2026, tim gabungan belum berhasil menemukan korban.

Informasi tersebut disampaikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Paser.

Korban diketahui bernama Hasing, lahir di Paser Belengkong pada 7 Juli 1954 dan sehari-hari bekerja sebagai petani. Ia dilaporkan hilang di kawasan persawahan yang berada di pinggir bantaran sungai di Jalan Keraton, Desa Pabencengan, Kecamatan Paser Belengkong.

Berdasarkan kronologi kejadian, sekitar pukul 06.30 Wita pada Rabu 10 Juni 2026, istri korban berangkat ke sawah, sementara korban pergi ke Pasar Benuo Paser Belengkong. Setelah seharian beraktivitas, sang istri pulang ke rumah sekitar pukul 17.00 Wita dan mendapati suaminya belum kembali.

Merasa khawatir, istri korban kemudian menghubungi keluarga dan melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat. Ketua RT bersama warga langsung melakukan pencarian awal di sekitar lokasi persawahan milik korban.

"Dalam pencarian awal, warga hanya menemukan sepeda dan sandal milik korban di sekitar area sawah," ujar Muriono.

BPBD Kabupaten Paser menerima laporan sekitar pukul 18.15 Wita dan segera mengerahkan tim gabungan menuju lokasi kejadian. Pada hari pertama pencarian, petugas bersama warga menyisir area persawahan serta bantaran sungai di sekitar lokasi hilangnya korban.

Memasuki hari kedua, Kamis 11 Juni 2026, tim gabungan memulai operasi pencarian dengan briefing dan doa bersama pada pukul 08.00 Wita. Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan perairan dengan menyusuri persawahan serta Sungai Kandilo menggunakan dua unit perahu fiber milik BPBD Kabupaten Paser dan tujuh perahu ketinting milik masyarakat.

"Pencarian dilakukan hingga radius sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian, namun sampai operasi dihentikan pukul 17.00 Wita hasilnya masih nihil," katanya.

Muriono menjelaskan, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Paser, Polsek Paser Belengkong, Koramil Paser Belengkong, Sat Polairud Polres Paser, Satpol PP dan Satlinmas, Disdamkar Kabupaten Paser, PMI, Sekawan Rescue, pemerintah desa, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.

Untuk mendukung operasi, tim gabungan mengerahkan sejumlah armada berupa kendaraan operasional, mobil patroli, motor trail, serta perahu fiber. Selain itu, peralatan pendukung seperti life jacket, sarung tangan lateks, dan kantong jenazah juga disiagakan selama proses pencarian.

Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi terpantau hujan ringan dengan suhu berkisar 26 hingga 29 derajat Celsius. Meski demikian, jarak pandang masih tergolong baik sehingga tidak menghambat proses penyisiran area pencarian.

"Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Jumat, 12 Juni 2026 mulai pukul 07.00 Wita dengan harapan korban dapat segera ditemukan," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....