Pasca Tsunami Dampak Gempa Filipina, BMKG Ingatkan Potensi Ancaman di Pantai Timur

  • 09 Jun 2026 13:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Gelombang tsunami dampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Filipina sempat terdeteksi di sejumlah pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) sebelum peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir oleh BMKG, pada Senin 8 Juni 2026.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengatakan gelombang tsunami terpantau di Kecamatan Biduk-Biduk dan Talisayan, Kabupaten Berau, saat proses pemantauan berlangsung. Meski demikian, fenomena tersebut tidak menimbulkan ancaman berbahaya dan kini kondisi perairan telah kembali normal.

"Di Biduk-Biduk terlihat jelas gelombangnya panjang sekitar 60 atau 50 cm, bukan seperti gelombang biasa. Kalau gelombang biasa pendek, kalau ini sepanjang pantai bergerak bersama. Kemudian di Talisayan terlihat air surut lalu datang lagi dan terjadi berulang," ujarnya, kepada rri.co.id, Selasa 9 Juni 2026.

Selain di pesisir Kaltim, gelombang tinggi juga sempat terdeteksi di wilayah Tarakan, Kalimantan Utara. Hal itu ditandai dengan surutnya air yang disusul dengan munculnya gelombang dan terjadi secara berulang. Setelah memastikan tidak ada lagi aktivitas gelombang tsunami, BMKG menyatakan kondisi pesisir aman sehingga masyarakat, termasuk nelayan, dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat pesisir Kalimantan Timur untuk tetap waspada terhadap potensi gempa dan tsunami di masa mendatang. Menurut Rasmid, pantai timur Kalimantan berpotensi terdampak tsunami baik akibat aktivitas seismik lokal seperti di Sangkulirang, Kutai Timur maupun efek dari wilayah tetangga dari Sulawesi atau Ternate, Maluku Utara.

Karena itu, setiap kali terjadi gempa yang berpotensi tsunami, BMKG akan segera mengeluarkan peringatan dini berisi wilayah terdampak, estimasi waktu kedatangan gelombang, hingga tinggi gelombang yang diperkirakan terjadi.

"Yang terpenting masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan saat ada peringatan dini. Kami juga selalu berkoordinasi dengan BPBD agar proses evakuasi bisa berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kepanikan," kata Rasmid, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....