DLH Samarinda Siapkan TPS Terpilah, Pemilahan Sampah Dimulai dari Sumber
- 05 Jun 2026 10:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda berencana meluncurkan program Tempat Penampungan Sementara (TPS) Terpilah sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya pemilahan sampah di tengah masyarakat.
Program tersebut disiapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menyusul perubahan arah kebijakan pengelolaan sampah nasional yang kini lebih menekankan pengurangan sampah dari sumber dibanding sekadar pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir.
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Samarinda, Muhammad Taufiq mengatakan peluncuran TPS Terpilah sedang dibahas sebagai salah satu rangkaian program peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi program sedekah sampah yang diikuti 10 kecamatan di Samarinda, Jumat 5 Juni 2026.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas yang memadai agar perubahan perilaku dapat berjalan efektif.
“Jangan sampai kita mengedukasi masyarakat memilah sampah, tetapi fasilitasnya tidak kita siapkan,” ujarnya.
Taufiq menjelaskan selama ini sebagian besar masyarakat masih mencampur berbagai jenis sampah dalam satu wadah sebelum dibuang ke TPS. Kondisi tersebut menyebabkan sampah yang sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi sulit diproses kembali melalui kegiatan daur ulang maupun bank sampah.
Melalui TPS Terpilah, masyarakat nantinya diharapkan mulai membedakan sampah organik, anorganik hingga sampah yang masih memiliki nilai jual sebelum diserahkan ke sistem pengelolaan sampah kota.
Selain mendukung pengurangan timbulan sampah, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular yang saat ini terus didorong pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup.
Taufiq menilai keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kesiapan DLH, tetapi juga membutuhkan dukungan kecamatan, kelurahan, komunitas lingkungan dan masyarakat sebagai pelaku utama pemilahan sampah.
Karena itu, pelaksanaan TPS Terpilah nantinya akan melibatkan berbagai pihak agar edukasi yang selama ini dilakukan dapat berjalan beriringan dengan penyediaan sarana di lapangan.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni rumah tangga. Dengan pemilahan sejak dari sumber, jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir dapat ditekan secara bertahap.
DLH Samarinda berharap program TPS Terpilah menjadi salah satu langkah awal memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan dan berorientasi pada pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....