Halo RRI: Pohon Ketapang Rawan Tumbang Dikeluhkan Warga Sungai Dama Samarinda

  • 03 Jun 2026 12:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pohon ketapang berukuran tinggi di pinggir sungai depan rumah warga dikeluhkan karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sekitar. Keluhan tersebut disampaikan Ria Fauzi dalam program Halo RRI Pro1 RRI Samarinda, Rabu 3 Juni 2026.

Menurut Ria, kondisi pohon yang berada di tepi sungai itu cukup mengkhawatirkan, terutama saat hujan deras dan angin kencang. Warga berharap ada penanganan cepat dari instansi terkait sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

Keluhan tersebut juga menyoroti belum adanya tindak lanjut pemangkasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda. Warga menilai pohon dengan ukuran besar dan usia tua perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi membahayakan rumah maupun pengguna jalan di sekitar lokasi.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Samarinda, Basuni, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Dalam pemangkasan pohon ada peraturannya, namun ini juga jadi perhatian kami dan nantinya kami akan cek di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pemangkasan pohon tidak dapat dilakukan sembarangan karena harus memperhatikan kondisi lingkungan, keamanan, hingga aturan teknis yang berlaku. Meski demikian, laporan masyarakat tetap menjadi perhatian agar potensi bahaya dapat diminimalkan.

Program Halo RRI sendiri menjadi ruang partisipasi publik bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait pelayanan publik di Kota Samarinda. Program tersebut hadir setiap hari Senin, Rabu dan Jumat melalui Pro1 RRI Samarinda FM 97,6 MHz pukul 09.00 Wita.

Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan maupun aspirasi melalui WhatsApp di nomor 08115544976 atau melalui google form yang tersedia pada Instagram Pro1 RRI Samarinda. Melalui program tersebut, diharapkan berbagai persoalan pelayanan publik dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....