Tarif Pesawat Naik, Jumlah Penumpang Bandara APT Pranoto Turun hingga 40 Persen

  • 03 Jun 2026 09:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kenaikan tarif penerbangan yang terjadi sejak April 2026 mulai berdampak terhadap aktivitas transportasi udara di Kota Samarinda. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat adanya penurunan jumlah penumpang datang maupun berangkat melalui Bandara APT Pranoto dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, menjelaskan kenaikan tarif penerbangan dipicu meningkatnya harga avtur yang dipengaruhi situasi geopolitik global, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. "Kondisi tersebut berdampak pada biaya operasional maskapai dan mendorong pemerintah menaikkan batas atas fuel surcharge hingga 38 persen," ujarnya.

Selain faktor avtur, tarif tiket penerbangan domestik juga mengalami penyesuaian pada berbagai rute. Berdasarkan pemantauan BPS, kenaikan harga tiket berkisar antara 9 hingga 13 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Dampak langsung dari kenaikan tarif tersebut terlihat pada menurunnya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi udara. Pada hari kerja, jumlah penumpang yang datang maupun berangkat dari Bandara APT Pranoto dilaporkan turun sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal.

Penurunan jumlah penumpang terutama terjadi pada perjalanan bisnis dan perjalanan non-prioritas yang dinilai masih dapat ditunda. Sebagian masyarakat memilih mengurangi frekuensi perjalanan atau beralih menggunakan moda transportasi lain yang dianggap lebih ekonomis.

Meski demikian, aktivitas penerbangan diperkirakan masih berpotensi meningkat pada waktu-waktu tertentu. Akhir pekan, musim liburan, serta momentum hari besar keagamaan diprediksi tetap menjadi faktor pendorong meningkatnya mobilitas masyarakat melalui jalur udara.

BPS juga mencatat kelompok transportasi masih menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kota Samarinda. Pada Mei 2026, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,88 persen dengan andil 0,12 persen terhadap inflasi bulanan.

Menurut Supriyanto, perkembangan sektor transportasi perlu terus dipantau mengingat perannya yang cukup besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kenaikan biaya perjalanan tidak hanya berdampak pada mobilitas penduduk, tetapi juga dapat memengaruhi distribusi barang dan jasa serta sektor pendukung lainnya.

“Kenaikan harga tiket pesawat sejak April tahun 2026 mulai berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda. Jumlah penumpang datang dan berangkat dilaporkan menurun sekitar 30 hingga 40 persen terutama pada hari kerja,” ujar Supriyanto.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....