Wisuda Santri PPIQ Miftahul Ulum Kukar Tekankan Pendidikan Karakter Qurani
- 02 Jun 2026 11:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menilai pendidikan berbasis pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter Qurani.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur’an atau PPIQ Miftahul Ulum Tenggarong, Senin 1 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti para santri lulusan Metode Baca Kitab Al-Miftah, Tahfidzul Qur’an 30 Juz Bilghoib serta Metode Tilawati.
Sunggono mengaku bangga atas capaian para santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz dan menguasai metode baca kitab sebagai bagian dari pendidikan pesantren.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari ketekunan para santri serta peran para pengajar dalam membimbing proses pendidikan berbasis keagamaan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dengan membekali generasi muda ilmu Al-Qur’an, kita sedang membangun sumber daya manusia yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual,” ujarnya.
Ia mengatakan pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman dan arus globalisasi yang terus berubah.
Menurutnya, para santri yang diwisuda diharapkan tidak hanya mampu menjaga hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
“Para santri yang diwisuda hari ini adalah agen perubahan yang diharapkan mampu menyebarkan kebaikan dan berkontribusi bagi kemajuan Kutai Kartanegara,” katanya.
Selain memberikan apresiasi kepada para santri, Sunggono juga menyampaikan penghargaan kepada para pengasuh pondok pesantren serta ustaz dan ustazah yang dinilai memiliki dedikasi besar dalam mendidik generasi muda berbasis nilai-nilai keislaman.
Ia menilai keberhasilan pendidikan pesantren tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, kedisiplinan dan keteguhan moral para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung pengembangan lembaga pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Menurutnya, penguatan pendidikan berbasis agama menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Kutai Kartanegara yang religius, beradab dan memiliki daya saing.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan lembaga pendidikan keagamaan untuk mewujudkan masyarakat Kukar yang religius dan beradab,” ucapnya.
Momentum wisuda santri tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga tradisi pendidikan Al-Qur’an di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang terus berlangsung di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....