Media Sosial Gerus Karakter, Sekolah Diminta Perkuat Pancasila
- 01 Jun 2026 10:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menilai tantangan dunia pendidikan ke depan adalah penguatan karakter generasi muda di tengah masifnya pengaruh media sosial dan digitalisasi. Hal itu disampaikannya usai peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipusatkan di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada Samarinda.
Kepada RRI Armin, mengatakan, derasnya arus informasi melalui media sosial mulai memengaruhi perilaku dan nilai budaya generasi muda. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur berupaya memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan.
“Pada Hari Lahir Pancasila ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur ingin menyampaikan bahwa tantangan pendidikan ke depan adalah karakter bangsa. Ada kecenderungan degradasi karakter anak-anak kita karena serbuan media sosial yang begitu masif dan ada nilai-nilai budaya yang mulai hilang,” ujarnya pada Senin, 1 Juni 2026.
Menurutnya, penguatan nilai Pancasila harus dilakukan dengan mengembalikan pendidikan pada cita-cita luhur para pendiri bangsa melalui pembentukan karakter sejak dini.
“Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur ke depan akan memperkuat nilai-nilai Pancasila kembali sesuai dengan cita-cita luhur pendiri bangsa,” ucapnya.
Armin menilai tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran akademik, tetapi juga implementasi nilai-nilai kehidupan dalam proses belajar mengajar di sekolah.
“Tantangan pendidikan kita sekarang adalah bagaimana implementasi nilai-nilai dalam pembelajaran. Kita lihat serbuan media sosial dan pembelajaran digitalisasi itu tidak serta-merta bisa memperkuat karakter anak kita,” katanya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran guru dalam membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan positif di lingkungan sekolah.
“Oleh sebab itu, yang harus dilakukan di sekolah adalah bagaimana guru-guru kita membangun nilai-nilai itu dengan pembiasaan kecil yang nantinya membangun karakter dan identitas mereka,” ujarnya.
Ia mencontohkan pembentukan karakter dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menghormati orang tua dan guru, serta menjaga lingkungan sekitar.
“Contohnya bagaimana menghargai orang tua, menghargai guru, dan juga nilai-nilai lain seperti menjaga lingkungan. Ini yang perlu dibangun,” ucapnya.
Armin berharap penguatan pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila dapat menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda Kalimantan Timur yang berintegritas dan berbudaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....