Juru Pelihara Diterjunkan Jaga Enam Cagar Budaya Gua Prasejarah Kutim
- 31 Mei 2026 21:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Timur - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XIV Kalimantan Timur-Kalimantan Utara menempatkan juru pelihara di enam situs gua prasejarah di Kabupaten Kutai Timur sebagai upaya menjaga kelestarian warisan budaya yang berada di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Kepala BPKW XIV Kaltim-Kaltara, Lestari, mengatakan keberadaan juru pelihara bertujuan memastikan situs-situs cagar budaya tetap terawat sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung. "Kami menempatkan para juru pelihara di lokasi cagar budaya agar warisan bersejarah ini tetap terjaga sekaligus memberikan pendampingan informasi bagi masyarakat," kata Tari di Samarinda, Sabtu 30 Mei 2026.
Enam situs yang dijaga berada di Desa Tepian Langsat, Kutai Timur. Gua Tewet dijaga Rusdiansyah, sementara Gua Tewet Atas dipelihara Johansyah. Ceruk Pindi diawasi Satriadi, Gua Tengkorak dijaga Sugianor, Ceruk Karim dipelihara Muhammad Hendra, dan Gua Gerigi Saleh dijaga Stepanus Gung.
Menurut Tari, tugas para juru pelihara tidak hanya menjaga kondisi fisik situs, tetapi juga menjadi sumber informasi bagi pengunjung yang ingin mengetahui sejarah dan nilai penting peninggalan prasejarah tersebut.
"Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai sejarah, nilai penting, hingga kondisi terkini masing-masing cagar budaya," ujarnya. Selain memberikan informasi, para juru pelihara juga membantu pengunjung dalam kegiatan dokumentasi selama berada di kawasan gua prasejarah.
BPKW XIV juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam pelestarian situs cagar budaya, termasuk memberikan masukan terhadap layanan yang tersedia sebagai bahan evaluasi pengelolaan ke depan. "Upaya pelestarian membutuhkan keterlibatan semua pihak agar jejak peradaban yang berharga ini dapat terus terjaga," kata Tari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....