26 Pantai di Berau Masih Ideal untuk Penyu Bertelur

  • 31 Mei 2026 15:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Kawasan pesisir Kabupaten Berau masih menjadi habitat yang aman bagi penyu untuk berkembang biak. Hasil survei terbaru menunjukkan hampir seluruh lokasi peneluran penyu yang dipantau di wilayah tersebut masih memiliki kondisi pantai yang mendukung bagi kelangsungan hidup satwa dilindungi itu.

Dari 27 titik pengamatan yang dilakukan, sebanyak 26 lokasi masuk kategori hijau atau sangat sesuai sebagai habitat peneluran penyu. Pantai-pantai tersebut dinilai memiliki karakteristik yang dibutuhkan penyu untuk bertelur, mulai dari kondisi pasir, kemiringan pantai, tutupan vegetasi, hingga minimnya gangguan aktivitas manusia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, mengatakan hasil tersebut menjadi kabar positif bagi upaya konservasi penyu yang selama ini dijalankan di Berau.

"Habitat peneluran penyu di sejumlah lokasi masih dalam kondisi sangat baik. Ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan populasi penyu di kawasan Berau," ujarnya. Minggu 31 Mei 2026.

Temuan itu merupakan hasil survei yang dilakukan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di sejumlah pulau dan kawasan pesisir yang selama ini dikenal sebagai lokasi utama peneluran penyu.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pemantauan antara lain Pulau Mataha, Bilang-bilangan, Sangalaki, Derawan, Teluk Sulaiman, hingga Balikukup. Selain menilai kondisi habitat, tim juga melakukan penghitungan populasi penyu menggunakan teknologi drone.

Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, menjelaskan survei tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pengelolaan kawasan konservasi berbasis data ilmiah. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE).

Tak hanya memantau kondisi ekologis, tim survei turut menggali pandangan masyarakat pesisir terhadap konservasi penyu. Sebanyak 75 nelayan dari sejumlah kampung pesisir di Berau dilibatkan dalam wawancara.

Hasilnya menunjukkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap perlindungan penyu cukup tinggi. Sebanyak 98 persen responden mengetahui bahwa perburuan penyu merupakan tindakan yang dilarang oleh hukum.

Mayoritas nelayan juga mengaku masih sering menjumpai penyu di laut maupun kawasan pantai sepanjang tahun. Penyu hijau dan penyu sisik menjadi jenis yang paling banyak ditemukan.

Menariknya, sebagian besar responden menilai jumlah penyu yang mereka temui saat ini lebih banyak dibanding beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut dinilai tidak lepas dari meningkatnya pengawasan, perlindungan habitat, dan berbagai program konservasi yang terus dijalankan.

Berau sendiri merupakan bagian dari bentang laut Sulu-Sulawesi yang berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu habitat terbesar penyu hijau di Indonesia sekaligus jalur migrasi berbagai spesies laut penting lainnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....