Jelang Waisak 2570 BE/2026, Umat Buddha Bersih-Bersih Vihara Muladharma Samarinda
- 28 Mei 2026 15:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) yang jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026, umat Buddha di Kota Tepian melakukan kerja bakti membersihkan Vihara Muladharma Samarinda di Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara pada Rabu, 27 Mei 2026.
Bhikkhu Vihara Muladharma Samarinda, Y.M. Thitaviriyo Thera mengatakan, kegiatan bersih-bersih dilakukan untuk mempersiapkan vihara sebelum pelaksanaan ibadah Waisak beberapa hari mendatang.
“Kami membersihkan gedung dan halaman supaya saat Waisak nanti sudah siap digunakan untuk upacara,” ujarnya, dikutip pada Kamis, 28 Mei 2026.
Ia menjelaskan, rangkaian menyambut Waisak sebenarnya sudah dimulai sejak awal Mei 2026 melalui kegiatan pendalaman Dhamma yang dilakukan setiap umat Buddha. Dalam kegiatan tersebut, umat melaksanakan puja bakti, membaca paritta, hingga mendengarkan ceramah Dhamma dari para bhante yang datang dari luar kota.
“Kalau di muslim seperti tarawih lah. Jadi setiap malam ada puja bakti dan uraian Dhamma,” kata Y.M. Thitaviriyo Thera.
Sebelum kerja bakti dimulai, umat juga terlebih dahulu melaksanakan ibadah dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sebelum membersihkan area vihara.
Menurut Y.M. Thitaviriyo Thera, kegiatan kerja bakti ini terbuka bagi seluruh umat yang ingin ikut berpartisipasi. Selain menyambut Waisak, kegiatan tersebut juga sekaligus menyambut ulang tahun Vihara Muladharma yang ke-33 pada 1 Juni mendatang.
“Kami berharap umat merasa memiliki vihara ini dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih,” ucapnya.

Ia mengatakan, tema Waisak tahun ini, yakni “Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri” menjadi pengingat bagi umat Buddha untuk tidak hanya mempraktikkan ajaran Sang Buddha, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang dilakukan selama rangkaian Waisak, termasuk kerja bakti dan bakti sosial.
“Walaupun minoritas, umat Buddha juga ingin berkontribusi untuk negeri,” ujarnya.
Selain pendalaman Dhamma, umat Buddha juga diimbau menjalankan Atthasila atau delapan sila selama menyambut Waisak. Salah satunya dengan berpuasa atau tidak makan setelah pukul 12 siang hingga keesokan hari.
Y.M. Thitaviriyo Thera menambahkan, pihak vihara juga berharap cuaca saat Waisak tahun ini bersahabat. Sebab pada perayaan tahun lalu, banjir sempat membuat jumlah umat yang hadir berkurang drastis karena akses menuju vihara terhambat.
“Tahun lalu itu yang diharapkan bisa datang sekitar 800 orang. Ternyata yang datang cuman separuhnya, karena terjebak banjir. Harapannya tahun ini jangan sampai banjir lagi,” ucapnya.
Menjelang Waisak, ia juga mengimbau umat Buddha di Kalimantan Timur untuk terus berbuat baik dan menjadikan momentum Waisak sebagai kesempatan memperbaiki diri.
“Gunakan kesempatan sebagai umat Buddha untuk berbuat kebaikan dan menghindari perbuatan buruk,” kata dia, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....