Sempat Tersesat di Hutan Meraang, Dua Pencari Gaharu Berhasil Ditemukan

  • 28 Mei 2026 05:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dua warga asal Kampung Labanan Makmur, Kabupaten Berau, yang dilaporkan hilang saat mencari gaharu di kawasan hutan Meraang STA 19, Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Rabu 27 Mei 2026.

Kedua korban diketahui bernama Paharudin (57) dan Sawaludin (44), yang berprofesi sebagai petani dan berasal dari suku Lombok. Keduanya dilaporkan hilang sejak Kamis 21 Mei 2026) sekitar pukul 11.30 WITA saat berada di dalam hutan bersama seorang saksi bernama Marzoan.

Berdasarkan Laporan yang dibagikan oleh Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menjelaskan laporan orang hilang diterima pada Minggu 24 Mei 2026 sekitar pukul 07.30 WITA. Setelah menerima laporan tersebut, tim gabungan langsung melakukan upaya pencarian di sekitar pondok korban di Jalan Meraang STA 19.

Saksi Marzoan mengatakan, ketiganya sudah berada di dalam hutan selama 16 hari untuk mencari gaharu. Namun saat perjalanan kembali menuju pondok, kedua korban terpisah dan tidak kunjung kembali hingga akhirnya dinyatakan hilang.

“Saksi sudah melakukan pencarian mandiri hingga hari Sabtu, tetapi kedua korban belum ditemukan. Akhirnya saksi kembali ke Labanan untuk meminta bantuan kepada warga dan keluarga,” ujarnya.

Pencarian hari pertama dilakukan dengan mengumpulkan informasi primer dari saksi dan keluarga, termasuk pengecekan lokasi pondok korban di KM 19 STA Meraang. Tim gabungan kemudian melanjutkan operasi pencarian secara intensif pada hari berikutnya.

Pada hari kedua pencarian, Senin 25 Mei 2026, tim gabungan terdiri dari dua personel Pospol Labanan, enam anggota Disdamkarmat Berau, empat anggota Redkar, serta sekitar 30 warga dan keluarga korban melakukan penyisiran di area hutan. Namun hasil pencarian masih nihil.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa 26 Mei 2026 dengan melibatkan unsur tambahan dari Babinsa. Tim menyisir sejumlah jalur hutan dan titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban, namun keduanya belum berhasil ditemukan.

Memasuki hari keempat pencarian, Rabu 27 Mei 2026, tim gabungan akhirnya menemukan kedua korban di seberang Sungai Inaran dengan jarak sekitar 13 kilometer dari pondok awal. Kedua korban ditemukan dalam kondisi hidup selamat setelah sebelumnya tersesat di dalam hutan.

“Korban ditemukan dalam keadaan selamat. Berdasarkan pengakuan mereka, korban tersesat saat berada di dalam kawasan hutan,” kata Muriono.

Setelah ditemukan, tim gabungan bersama masyarakat langsung mengevakuasi kedua korban menuju Puskesmas Labanan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan memastikan kondisi fisik mereka tetap stabil usai beberapa hari bertahan di hutan.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur di lapangan, di antaranya Pospol Labanan, Babinsa, Disdamkarmat Berau, Redkar, pemerintah kampung, masyarakat setempat, keluarga korban, serta Ex Tim Rescue Respon Time yang dipimpin Untung Budiono.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....