Gema Takbir di Islamic Center Samarinda, Rudy Mas’ud Ajak Warga Kawal Pemimpin

  • 27 Mei 2026 10:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Suara takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang memenuhi ruang utama hingga selasar Masjid Raya Baitul Muttaqin Islamic Center Kalimantan Timur, Rabu 27 Mei 2026 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kota Samarinda memadati kawasan masjid untuk melaksanakan Salat Iduladha dalam suasana penuh khusyuk dan kebersamaan.

Momentum Hari Raya Iduladha tahun ini tidak hanya menghadirkan nuansa spiritual, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya persatuan, kepedulian sosial, hingga peran masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dalam sambutannya mengatakan kemenangan Iduladha bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk membentuk pribadi yang lebih sabar, ikhlas dan peduli terhadap sesama.

“Kemenangan yang kita rayakan hari ini tentu bukan sekadar seremonial saja, tetapi adalah kemenangan di dalam arti yang sangat luas. Menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, serta lebih peduli terhadap sesama,” ujarnya di hadapan ribuan jemaah.

Menurut Rudy, nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun sejak Ramadan harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai Iduladha menjadi momen penting memperkuat silaturahmi, saling memaafkan dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Di hadapan jemaah, Rudy juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman suku, budaya dan agama yang dimiliki Benua Etam.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan sehingga daerah kita tetap menjadi wilayah damai, sejuk, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Menurutnya, Kalimantan Timur saat ini sedang menghadapi momentum besar pembangunan daerah dan nasional, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara atau IKN. Karena itu, pembangunan dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa adanya semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Rudy juga membagikan pengalaman spiritual usai melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci beberapa waktu lalu. Ia mengaku mendapatkan pelajaran penting tentang budaya mendoakan pemimpin dalam setiap aktivitas peribadatan.

“Yang kami dapatkan adalah, setiap kegiatan-kegiatan peribadatan, imam dan khatib jangan pernah lupa untuk mendoakan para pemimpin bangsa ini,” ucapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan para pemimpin berjalan sendiri dalam menjalankan amanah pemerintahan. Menurutnya, pemimpin juga manusia biasa yang memikul tanggung jawab besar terhadap rakyat dan negara.

“Pemimpin-pemimpin jangan dibiarkan mereka sendiri, tapi kita kawal bersama-sama. Doakan doa-doa yang terbaik agar pertama disehatkan dan kedua agar tetap menjalankan amanah sesuai dengan perintah undang-undang yang berlaku,” katanya.

Rudy menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen terus menghadirkan pembangunan yang adil dan merata, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap momentum Iduladha menjadi titik awal memperbaiki diri, memperkuat iman serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Suasana Salat Iduladha di Islamic Center pagi itu pun terasa penuh makna. Gema takbir yang menggema sejak pagi seakan menjadi pengingat bahwa esensi kurban tidak hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, kepedulian sosial dan kebersamaan menjaga masa depan daerah dan bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....