Komisi IV DPRD Samarinda: Sedih Banyak Perempuan Belum Memilih Perempuan di Pemilu
- 25 Mei 2026 15:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengaku prihatin karena masih banyak perempuan yang belum memilih calon legislatif (caleg) perempuan untuk memperjuangkan suara mereka di parlemen.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam diskusi Sekolah Politik Perempuan Voice of Democracy Indonesia (Vodem.Id) yang mengangkat tema "Dari Suara Perempuan Menuju Kebijakan Publik yang Inklusif" pada Minggu, 24 Mei 2026 di Nutrihub Samarinda.
“Mereka menyampaikan soal KDRT dan sebagainya. Tapi apakah kaum perempuan itu memilih perempuan untuk mewujudkan keinginan-keinginan mereka?. Ternyata enggak,” ujarnya, dikutip pada Senin, 25 Mei 2026.
Puji mengatakan, selama tiga periode duduk di DPRD, ia kerap menemukan kenyataan bahwa banyak perempuan belum mengenal wakil rakyat perempuan di daerahnya, termasuk partai politik yang mereka wakili.
Sebagai contoh, saat berdialog langsung dengan kelompok perempuan, ia mengaku sering mendapati tidak ada satu pun dari mereka yang memilih dirinya dalam pemilu.
“Kalau saya bicara di tengah perempuan, saya tanyakan. Apakah mengenal saya? sedikit yang mengenal. Apakah mengenal partai saya? Sedikit yang mengenal. Apakah memilih saya? Tidak satu pun yang memilih saya,” ucap Puji.
Menurutnya, kondisi itu membuat perjuangan perempuan di politik menjadi tidak mudah. Padahal, keterwakilan perempuan di parlemen dinilai penting untuk memperjuangkan isu-isu yang dekat dengan kehidupan perempuan, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, perlindungan hingga hak-hak perempuan lainnya.
Puji pun menilai perempuan sebenarnya memiliki peluang besar untuk memperkuat keterwakilan di parlemen jika saling mendukung dalam proses politik.
Ia juga menyoroti aturan keterwakilan perempuan dalam pemilu yang hingga kini masih terus menjadi perdebatan, termasuk soal batas minimal keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif.
“Siapa tahu kalau banyak perempuan duduk di kursi dewan, mereka bisa lebih membela sesama perempuan,” ujarnya.
Karena itu, Puji berharap perempuan tidak hanya aktif menyuarakan persoalan yang dihadapi, tetapi juga mulai sadar pentingnya memilih wakil yang memahami langsung pengalaman dan kebutuhan perempuan.
“Sedihnya di situ. Kita berjuang supaya perempuan bisa fight dan tahu haknya, tapi saat pemilu perempuan belum tentu memilih perempuan,” kata Puji, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....