Porprov Kaltim, Sprinter Paser Asah Penguatan Fisik dan Kecepatan
- 21 Mei 2026 19:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Menatap perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 yang bakal diselenggarakan pada 14 November 2026 mendatang, sebagai tuan rumah, Kabupaten Paser terus mengarahkan 64 penguru cabang olahraga untuk menggembleng program latihan.
Namun hingga kini belum ada program latihan yang intens dijalani oleh para atlet, karena memang belum turunnya anggaran ke cabor.
Seperti cabor atletik Paser kategori sprinter, kini masih dalam tahap program mandiri dan hanya latihan dasar.
Sebagai Pelatih, Agustinus Jari mengatakan sementara ini Ia menginstruksikan kepada anak asuhnya untuk mendalami latihan basic seperti penguatan dan kecepatan.
"Ini lebih ke kita belajar tentang speed-nya ya, speed-nya, terus koordinasinya lebih ke strength juga, speednya, powernya kita latih, sama belajar untuk sementara kan saya cuman ada putri ada empat jadi saya lebih dominannya ke mix saja," ucap Agustinus Jari saat ditemui rri.co.id.
Namun karena program pemusatan masih belum ada info pasti dari Pengcab PASI, maka Ia hanya terfokus pada kelas sprint estafet saja daripada kelas individu.
"Jadi saya banyak belajar estafet juga untuk ini. Karena kalau untuk individu saya masih belum bicara banyak untuk saat ini," katanya.
Melihat kemampuan atlet yang dimiliki sementara ini, Agustinus mengaku belum bisa berbicara banyak soal targetan secara realistis untuk perolehan medali emas.
"Saya tidak bisa menjanjikan berapa medali, enggak bisa nyampaikan, cuma sementara ini karena programnya juga juga masih secara fasilitas kita belum memadai banget. Jadi saya belum tahu," ujar Agustinus.
Namun disisi lain, jika nantinya sudah masuk pemusatan san program khusus, maka dirinya meyakini sprinter Bumi Daya Taka bisa berbicara dan tampil baik di ajang multi event akbar empat tahunan di Kaltim itu.
"Tapi kalau memang mungkin bisa target misalnya sekitar ada dua atau tiga mungkin kita punya target satu, dua, atau tiga mungkin kita punya target itu. Ya antara dua atau tiga emas lah. Sisanya kita berjuang di bawahnya karena persiapannya juga belum terlalu secara fasilitas juga kita jauh, berat sekali," katanya menerangkan.
Sejauh ini dari pantauannya, pelatih sprinter ini mengaku tengah mengalami kendala seperti belum adanya TC, kemudian beberapa atlet masih terpencar belum bisa dikumpulkan karena diisi atlet dari pelajar yang masih bersekolah.
Menurut Agustinus, program ini minimal harusnya sudah berjalan dari tahun lalu untuk mengasah kemampuan dan mengejar limit. Sebab tidak mudah untuk mengejar satu detik dalam beberapa bulan saja bagi seorang sprinter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....